Minggu, 14 Desember 2008

hdjkshdsajdkl

Kamis, 20 November 2008

Pengertian Manajemen


1
MANAJEMEN
(MANAGEMENT)
2
KULIAH IPENDAHULUAN1. Mengapa Manajemen dibutuhkan?Manajemen tidak hanya dibutuhkan dalam dunia bisnis semata tetapidibutuhkan untuk semua tipe kegiatan yang diorganisir dan dalam semua tipe organisasi.(Organsisasi = bekerja sama untuk mencapai tujuan. )Tiap manusia dalam perjalanan hidupnya selalu menjadi anggota organisasi, contoh, organisasi dalam keluarga, sekolah, universitas dan sampai menjadi pemimpin di suatu lembaga, contoh; pemimpin dalam rumah tangga.Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, agar semua usaha tidak sia-sia dan sulit untuk mencapai tujuan. Ada dua alasan diperlukannya manajemen.1. Untuk pencapaian tujuan.2. Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan.2. Definisi ManajemenManajemen berasal dari kata to manage= mengatur.-What : Apa yang diatur ��man,money, methods, material, machines and market (6M).-Why : Mengapa harus diatur ��agar 6M itu lebih ber-daya guna, berhasil guna,terintegrasi dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan yang optimal.
3
-Who : Siapa yang mengatur ��yang memimpin yang punya wewenang untuk mengatur 6M.-How : Bagaimana mengatur ��melalui proses dari urutan fungsi-fungsi manajemen POAC-Where : Dimana diatur ��di lembagaMenurut Harold Koontz dan Cyril O’Donnel:Manajemen adalah usaha mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan demikian manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan dan pengendalian.3. Manajemen sebagai Ilmu dan Seni.Ilmu (Science)adalah sekumpulan pengetahuan Yang telah disistematiskan, dikumpulkan dan diterima menurut pengertian kebenaran umum mengenai keadaan suatu subjek atau objek tertentu.Seni (art)adalah suatu kreativitas pribadi yang kuat dan disertai keterampilan.Seni manajemenmeliputi kecakapan untuk melihat totalitas dari bagian-bagian yang terpisah dan berbeda-beda, kecakapan untuk menciptakan sesuatu gambaran tentang visi tertentu, kecakapan untukmenyatukan visi tersebut dengan skill yang dimiliki.
4
4. Manajemen sebagai profesiKriterianya adalah:1. Para profesional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum. Adanya pendidikan, kursus-kursus, pelatihan dan pengembangan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip manajemen tertentu dapat diandalkan.2. Para profesional mendapatkan status mereka karena mencapai standar prestasi kerja tertentu, bukan karena unsur agama, suku,politik (KKN).3. Para profesional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat, dengan disiplin untuk mereka yang menjadi kliennya.5. Pengertian dan Istilah Manajemen.1. Manajemen berbeda dengan kewiraswastaan.Dalam ekonomi faktor-faktor produksi adalah tanah, tenaga kerja, modal dan wiraswasta (pemilik).Wiraswasta, menurut definisi,memahami, mendapat-kan sumber-sumber daya, mengorganisasikan dan menjalankan bisnis.2. Manajemen berbeda dengan supervisi.Karena supervisi merupakan bagian dari manajemen6. Aplikasi-aplikasi yang berbeda dari istilah-istilahmanajemen.1. Pengelompokan Pekerjaan.Manajemen dapat berarti suatu kelompok orang yang melaksanakan tugas-tugas atau fungsi-fungsimanajerial. Ini digunakan untuk menyebut seluruh individu dalam kelompok secara kolektif.
5
2. Seorang Individu.Individu yang melaksanakan fungsi-fungsi manajerial atau bagian dari kelompok secara keseluruhan dapat disebut bagian manajemen.3. Suatu Disiplin akademik.Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik atau suatu bidang studi.4. Suatu Proses. Manajemen juga merupakan suatu proses, karena mencakup pelaksanaan suatu rangakaian tipe-tipe khusus kegiatan atau fungsi.
6
II. MANAJEMEN dan MANAJER 1. Tingkatan Manajemen.a. Manajer lini –pertama:-tingkatan paling rendah dalam organisasi yang mengawasi tenaga-tenaga operasional, biasa disebut dengan, mandor, supervisor dan leader.b. Manajer Menengah.-Meliputi beberapa tingkatan dalam organisasi, biasa disebut dengan manajer departemen, kepala pengawas (superintendents). Contoh, Kepala Bagian membawahi beberapa kepala seksi.c. Manajer Puncak.-Klasifikasi ini terdiri dari kelompok kecil eksekutif dan bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi, dan biasa disebut sebagai direktur, presdir, kepala divisi dan sebagainya.Manajemen PuncakManajemen AdministratifManajemen MenengahManajemen Lini-PertamaManajemenOperatifKaryawan Operasional (Non Managerial).
7
Manajemen Administratif, terdiri:-Penentuan Tujuan (Targeting)-Perencanaan (Planning).-Pengorganisasian (Organizing).-Pengarahan (Actuating)-Pengawasan (Controlling).Manajemen Operatif, yaitu:-Pengarahan dengan memotivasi, supervisi dan komunikasi.2. Manajer-manajer fungsional dan umum.Manajer fungsionalmempunyai tanggung jawab hanya atas satu kegiatan organisasi, contoh:Manajer produksi, bertanggung jawab terhadap kegiatan proses produksi mulai dari penyediaan bahan baku sampai kepada hasil produksi. Begitu juga pada bagian keuangan, pemasaran dan kepersonaliaan.Manajer Umum, (General Manajer)Merupakan tingkatan manajemen yang lebih tinggi, yaitu mengatur, mengawasi dan bertanggung jawab atas beberapa kegiatan fungsional.3. Fungsi-fungsi Manajemen.a. Perencanaan, adalah:1. Pemilihan atau penetapan tujuan organisasi.2. Penentuan Strategi, kebijakan, proyek, program, prosedur, metode, sistem anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Pembuatan keputusan banyak dibutuhkan disini.
8
b. Pengorganisasian, adalah:1. Menentukan segala sumber daya yang ada dengan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.2. Merancang dan mengembangkan suatu kelompok kerja / organisasi.3. Penugasan tanggung jawab dan mendelaegasikan wewenang kepada individu-individu untuk me-laksanakan tugasnya.c. Penyusunan Personalia (Staffing), adalah:1. Penarikan (recruitment), pelatihan, pengembangan serta penempatan dan memberi orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerja ��MSDM2. Fungsi ini ditempatkan pada satu bagian dengan fungsi pengorganisasian, karena adanya saling keterkaitan, yaitu: fungsi organisasi merancang “wadahnya” maka staffing memberi “isinya”.d. Pengarahan, adalah:1. Menugaskan karyawan untuk bergerak menuju tujuan yang telah ditetapkan.2. Fungsi ini bisa disebut dengan beberapa nama, antara lain: Leading, Directing, Motivating dan umumnya sering dipakai dengan Actuating.e. Pengawasan, adalah:1. Penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk mengukur dan menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang ditetapkan sebelumnya.2. Pengawasan Positif: mencoba mengetahui apakah tujuan organisasi dicapai dengan efisien dan efektif3. Pengawasan Negatif: mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan atau dibu-tuhkan tidak terjadi atau terjadi kembali.
9
4. Pengawasan Internal/Eksternal.5. Empat Unsur fungsi Pengawasan:1. Penetapan Standar Pelaksanaan.2. Penentuan ukuran-ukuran pelaksanaan.3. Pengukuran pelaksanaan nyata dan membanding-kan dengan standar yang telah ditetapkan.4. Pengambilan tindakan koreksi jika terdapat pe-nyimpangan standar.4. Kegiatan dan Peranan Manajer.a. Tugas-tugas penting manajer:-Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.-Manajer memadukan dan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan skala prioritas.-Manajer memikul tanggung jawab dan mempertang-gung jawabkan.-Manajer harus berfikir secara analitis & konseptual-Manajer adalah seorang mediator.-Manajer adalah seorang politisi.-Manajer adalah seorang diplomat.-Manajer siap mengambil keputusan sulit.b. Kegiatanyang dilakukanmanajer.1. KegiatanPribadi.2. KegiatanTeknis.3. KegiatanAdmistratif.4. KegiatanInteraksional.
10
Gambar.1. UraianRingkasKegiatanManajemen.Kegiatan Interaksional.Peranan PerananPerananantar Pribadi Internasional PembuatanKeputusanKegiatan Administratif.Pemrosesan Kertas Kerja.Persiapan dan administrasi anggaran.Monitoring kebijakan dan prosedur.Pemeliharaan stabilitas operasi.Kegiatan Teknis.Pekerjaan dengan peralatan-peralatan.Pemecahan masalah teknis.Pelaksanaan fungsi-fungsi teknis.Kegiatan Pribadi.Pengaturan waktu.Pengembangan karier pribadi.Keterlibatan dengan kehidupannya sendiri.
11
5. BagaimanaManajerMenggunakanWaktu.% total waktu% totalJam kegiatanPertemuanyang19 dijadwalkanPertemuanyang59 19 tidakdijadwalkan5 MelakukanPerjalanan.10 24 Menerimatelepon.3622 33 Bekerjadimeja6. Keterampilan-keterampilan manajerial:1. Keterampilan Konseptual:adalah kemampuan mental untuk:Koordinasi dan integrasi seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi, mencakup:-mampu melihat organisasi secara menyeluruh.-memahami hubungan yang saling bergantian antar bagian.-mendapatkan, menganalisa dan menginterpretasi-kan informasi dari berbagai sumber.
12
2. Keterampilan kemanusiaan.adalah kemampuan untuk bekerja dengan:-memahami dan memotivasi orang lain, baik secara individu maupun kelompok��mencapai tujuan.3. Keterampilan Administratif:adalah seluruh keterampilan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi manajemen dalam administrasi.4. Keterampilan teknik.adalah kemampuan menggunakan: -peralatan-peralatan-prosedur-prosedur atau teknik-teknik,dari suatu bidang tertentu, seperti akuntansi, produk-si, penjualan atau manufaktur dan lainnya.
13
III. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN.1. TEORI MANAJEMEN KLASIK.Teori ini ada sebelum terjadinya revolusi industri (abad ke.19), yaitu dengan adanya tiga aliran pemikiran darimanajemen:1. Aliran Klasik, yang terbagi dua:a. Manajemen Ilmiahb. Teori Organisasi Klasik.2. Aliran Neoklasik (hubungan manusiawi).3. Aliran Manajemen Modern.Ada dua tokoh manajemen yang mengawali manajemen ilmiah, yaitu:1. Robert Owen (1771-1858)Dia mengemukakan bahwa melalui perbaikan kondisi karyawanlah yang akan menaikkan produksi dan laba. Dan dia juga mengembangkan sejumlah prosedur kerja untuk memungkinkan peningkatan produktivitas.2. Charles Babbage (1792-1871)Sebagai seorang profesor matematika Inggris, dia mengemukakan bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah akan menaikkan produktiftas dan menurun-kan biaya, contohnya dengan pemberian pelatihan dan pengembangan agar karyawan mempunyai keterampilan yang yang sesuai dengan bidangnya.Jadi, R. Owen lebih menekankan pada kondisi kerjasedangkan R. Babbage lebih menekankan pada keterampilan kerja.
14
2. PERKEMBANGAN AWAL TEORI MANAJEMENTeori Orgasnisasi Klasik. Henry Fayol (1841-1925), seorang industrialis Perancis, mengemukakan teori-teori dan administrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi-organisasi yang kompleks. Fayol mengemukakan 14 Prinsip Manajemen yang secara ringkas sebagai berikut:1. Pembagian Kerja. 2. Wewenang. 3. Disiplin. 4. Kesa-tuan Perintah. 5. Kesatuan Pengarahan. 6. Meletakkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. 7. Balas Jasa. 8. Sentralisasi. 9. Garis Wewenang dan Perintah yang jelas.10. Order. Menempatkan orang pada posisi yang tepat. 11. Keadilan. 12. Stabilitas staf organisasi. 13. Inisiatif. 14. Esprit de Corps (semangat kerja).James D. Mooney, Executive General Motors, meng-kategorikan prinsip-prinsip dasar manajemen tertentu. Dia mendefinisikan organisasi sebagai sekelompok,dua atau lebih orang yang bergabung untuk tujuan tertentu.Untuk merancang organisasi perlu diperhatikan Empat Kaidah dasar, 1. Koordinasi.��wewenang, saling melayani & doktrin.2. Prinsip skalar��pendelegasian3. Prinsip Fungsional ��fungsi dari tugas yang berbeda4. Prinsip Staf.��kejelasan antara staf dan lini.Aliran Hubungan Manusiawi.Aliran ini muncul karena ketidak puasan bahwa yang di-kemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya meng-hasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Sisi perilaku manusia dalam organisasi juga sangat mempe-ngaruhi untuk produktifitas dan efisiensi.
15
Beberapa ahli dalam aliran ini antara lain:-Hugo Monsterberg (1863-1916),-Elton Mayo (1880-1949).3. MANAJEMEN ILMIAH.Manajemen Ilmiah pertama kali dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor (1856-1915), yang juga dikenal sebagai “Bapak Manajemen”Taylor menuangkan gagasannya dalam tiga judul:1. Shop Management,2. The Principle of Scientific Mangement3. Testimony Before the Special House Committeeyang ketiga nya terangkum dalam buku yang berjudul Scientific Mangement(1947)Prinsip-prinsip dasar (filsafat) penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen untuk mencapai efisiensi,ada empat:1. Pengembangan Metode ilmiah dalam manajemen, sebagai contoh, metode yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan.2. Seleksi Ilmiah bagi karyawan, agar setiap individu dapat diberikan tanggung jawab sesuai dengankemampuannya.3. Pendidikan & pengembangan ilmiah para karyawan.4. Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.Mekanisme dan teknik-teknik yang dikembangkan untuk melaksanakan prinsip diatas antara lain: studi gerak & waktu (effisiensi), pengawasan fungsional, sistem upah perpotong, standardisasi pekerjaan, peralatan dan tena-ga kerja.
16
Manfaat yang didapat dari pengembangan teknik-teknik manajemen ilmiah ini tampak pada perkembangan teknik-teknik riset operasi, simulasi, otomatisasi dan sebagainya dalam memecahkan masalah-masalah manajemen.Frank Bunker Gilbreth(1868-1924) dan Lillian Gilbreth(1878-1972) adalah sebagai Kontributor kedua dalam aliran manajemen ilmiah yang mempelopori pengem-bangan studi gerak dan waktu untuk menemukan “cara terbaik pengerjaan suatu tugas”.Henry L. Gantt(1861-1919), mengemukakan gagasan-gagasan:1. Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen.2. Seleksi ilimiah tenaga kerja.3. Sistem insentif (bonus) untuk merangsang produkti-vitas.4. Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.Kontribus terbesarnya adalah penggunaan metode grafik, yang dikenal sebagai “bagan Gantt”. (Gantt Chart), untuk perencanaan, koordinasi & pengawasan produksi.Harrington Emerson (1853 –1931), melihat bahwa pemborosan dan ketidak efisien adalah penyakit dalam sistem industri, maka dia mengemukakan duabelasprinsip-prinsip efisiensi.
17
Dua belas Prinsip efisiensi secara ringkas,yaitu:1. Tujuan-tujuan yang dirumuskan secara jelas, 2. Kegiatan yang dilakukan masuk akal. 3. Adanya staf yang cakap. 4. Disiplin.5. Balas jasa yang adil.6. Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat dan sesuai sistem informasi dan akuntansi.7. Pemberian Perintah-perencanaan dan pengurutan kerja.8. Adanya standar-standar dan skedul, metoda dan waktu setiap kegiatan.9. Kondisi yang distandardisasi.10. Operasi yang distandardisasi.11. Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar.12. Balas jasa efisiensi –rencana insentif.Sumbangan dari Manajemen Ilmiah:-Diterapkan pada kegiatan organisasi dalam usaha peningkatan produktivitas.-Teknik-teknik efisiensi manajemen ilimiah seperti studi gerak dan waktu, menyebabkan kegiatan lebih efisien.-Manajemen ilimiah tidak hanya mengembangkan pen-dekatan rasional untuk pemecahan masalah-masalah organisasi tetapi juga meletakkan dasar profesionalis-me manajemen.Keterbatasan Manajemen Ilmiah:-Kenaikan produktifitas tidak diikuti dengan kenaikan pendapatan terutama pada kebutuhan sosial.-Manajemen ilmiah mengabaikan keinginan manusia untuk kepuasan kerja.
18
4. ALIRAN MANAJEMEN MODERN.Masa perkembangan manajemen modern melalui dua jalur yang berbeda.1. Jalur Pertama ��berupa perkembangan aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai perilaku organisasi.2. Jalur Kedua ��dibangun atas dasar manajemen ilmiah, dikenal sebagai aliran kalintatif, yaitu:a. Riset Operasi (Operation Research).b. Manajemen Operasi (Management Science).5. PERILAKU ORGANISASI:Berkembangnya aliran Perilaku Organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang peri-laku manusia dan sistem sosial.Tokoh-tokoh aliran ini antara lain:1. Abraham Maslow ��“hierarki kebutuhan”.2. Douglas Mc Gregor ��teori X dan teori Y.3. Frederick Herzberg ��teori motivasi higienis atau teori dua faktor.4. Dan lain-lain.6. PRINSIP-PRINSIP DASAR PERILAKU ORGANISASI.1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses secara ketat (peranan, prosedur & prinsip).2. Manajemen harus sistematik dengan pendekatan penuh pertimbangan dan kehati-hatian.3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekat-an / pengawasan manajer pada individu harus sesuai dengan situasi.4. Pendekatan motivasi menghasilkan komitmen peker-ja terhadap tujuan organisasi.
19
Percaya diri : adalah merupakan suatu paduan dari sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugasdan pekerjaanHierarki Kebutuhan Menurut Maslow:SelfPemenuhan diri actualization Tantangan KerjaNeedsStatus Esteem Needs JabatanBerteman Social Needs Teman BekerjaStabilitas Security Needs JHT/PensiunPerlindungan Physiological Needs Gaji
20
7. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN KE MASA DEPAN.Setelah dibicarakan ketiga aliran utama dalam bidang manaejemen, maka ada lima kemungkinan arah per-kembangan teori manjemen selanjutnya di masa men-datang, yaitu:1. Dominan: Salah aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.2. Divergence (Perbedaan Pendapat): Setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri.3. Convergence(kesatuan pandangan): Aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan di antara mereka sendiri.4. Sintesa (perpaduan): Masing-masing aliran ber-integrasi5. Profileration (perkembang biakan): Akhirnya ada kemungkinan akan muncul lebih banyak aliran lagi.yaitu:1. Akuntansi Manajerial.2. Ekonomi Manajerial.3. Manajemen Strategik.4. Manajemen Industri.5. dan Ilmu Manajemen lainnya.
21
IV. MANAJER danLINGKUNGAN EKSTERNALORGANISASI.Pendahuluan. Seorang manajer, selain memusatkan perhatian pada lingkungan internal organisasi juga harus memperhatikan pengaruh lingkungan eksternal yang selalu mengalami perubahan.Manajer ��mengidentifikasikekuatanmenganalisalingkungan:mengevaluasi-peluangmendiagnosa-resikobereaksi-ancamanOperasional organisasi1. Faktor-faktor Lingkungan Eksternal.Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur di luar organisasi.Lingkungan eksternal mempunyai pengaruh langsung (lingkungan ekstern mikro) dan, lingkungan yang ber-pengaruh tidak langsung (lingkungan ekstern makro).Lihat Gambar.4.1 Lingkungan Eksternal Organisasibuku T. Hani Handoko, halaman: 63
22
2. Lingkungan Eksternal Mikro.Terdiri dari:-Para Pesaing (competitors).Manajer harus memahami lingkungan persaingan yang dihadapi untuk mengetahui posisi dalam per-saingan tehadap para pesaing.Bentuk/struktur pasar berdasarkan persaingan, ada persaingan sempurna dan ada yang tidak sempurna:Pasar persaingan tidak sempurna, contohnya:a. Monopoli = satu penjual.b. Monopsoni = satu pembelic. Oligopoli = beberapa penjuald. Oligopsoni = beberapa pembeli.-Pelanggan (Customers):Manajer harus menganalisa profil langganan berda-sarkan perilaku pasar dan perilaku konsumennya.-Lembaga-lembaga keuangan.-Pasar Tenaga Kerja.-Penyalur atau suplier.-Pemerintah.3. Lingkungan Eksternal Makro.Terdiri dari faktor-faktor:-Perkembangan Teknologi ��inovasi.-Variabel-variabel ekonomi:* inflasi/deflasi.* kebijakan moneter, defaluasi dan revaluasi.* Tingkat suku bunga dan kebijakan fiskal. Dll.-Lingkungan Sosial dan Budaya-Lingkungan Politik, Hukum dan Peraturan Perundang-undangan.
23
-Dimensi Internasional.Komponen Internasional dalam lingkungan eksternal juga menyajikan kesempatan-kesempatan dan tantangan –tantangan ��berpotensi menjadi faktor yang berpengaruh langsung pada organisasi perusa-haan.Kekuatan-kekuatan internasional yang mempengaruhiadalah melalui:* perkembangan politik dunia.* ketergantungan ekonomi.* penularan nilai-nilai dan sikap hidup serta transfer teknologi.atau lebih sempit lagi kekuatan itu berwujud:* ketergantungan sumber daya impor.* resesi atau recovery perekonomian dunia.* persaingan dengan perusahaan multinasional dunia.* pertukaran mata uang asing.Maka, tugas manajer disini adalah:Mampu menganailsa dan mengantisipasi, yang selan-jutnya meletakkan dasar yang kuat dalam mengha-dapi perkembangan dunia internasional.3. Organisasi dan Lingkungan. Manajer dan organisasinya memeberikan tanggapan terhadap lingkungan eksternal dan berusaha untuk mempengaruhi lingkungan, yaitu a. Secara mikro, manajer harus memusatkan usaha-usahanya pada variabel-variabel kunci pada untuk mempengaruhi langganan, misalnya variabel-varia-bel dalam Bauran Pemasaran (Marketing Mix) yaitu produksi, harga, distribusi dan promosi.
24
b. Secara Makro, manajer harus memonitor secara terus menerus, tujuannya agar mampu mengem-bangkan kedudukan yang kuat dalam organisasi.Informasi tentang lingkungan makro diperoleh dari berbagai sumber, antara lain:-laporan-laporan dan data statistik pemerintah.-publikasi –publikasi bisnis.-jurnal-jurnal perdagangan.-laporan-laporan bank-isu yang sedang berkembang tentang industri. Dll.Dan manajer dapat melakukan penelitian dengan menggunakan teknik-teknik peramalan, seperti ana-lisa statistik, model-model ekonometrika, simulasi dan sebagainya.5. Tanggung Jawab Sosial Manajer.Tanggung jawab sosial artinya adalah bahwa manaje-men mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi di dalam pembuatan keputusan.Atau manajemen dituntut untuk mengimplementasikan “etika berusaha” kepada para pelanggan, karyawan, rekanan, lembaga-lembaga keuangan dan pendidikan, pemegang saham dan pemerintah.Etika berkenaan dengan benar dan salah dalam tindak-an yang menyangkut perilaku, perbuatan dan sikap manusia terhadap peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dalam hidupnya.
25
Ada lima faktor yang mempengaruhi keputusan-kepu-tusan pada masalah etika:1. Hukum.2. Peraturan-peraturan dan Perundang-undangan Pemerintah.3. Kode etik industri dan perusahaan.4. Tekanan-tekanan sosial.5. Tegangan antara standar perorangan & kebutuhan organisasi.
26
V. PROSES PERENCANAAN.1. Pengertian Perencanaan & 4 tahap dasar Perencanaan.a. Pengertian Perencanaan.Perencanaan adalah:“Proses dasar dimana manajemen memutuskan tujuan dan bagaimana cara mencapainya”.Sebelum kegiatan mengorganisasi, mengarahkan atau mengawasi, manajer harus membuat rencana-rencana yang memberikan tujuan dan arah organisasi.What, When, How, Who��yang harus dilakukan.Jadi, perencanaan adalah suatu proses yang tidak ber-akhir bila telah ditetapkan dan harus diimplementasikan serta harus mempertimbangkan kebutuhan fleksibilitas agar mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi baru secepat mungkin.b. Empat Tahap Dasar Perencanaan.Tahap1. Tahap.2 Tahap. 3Menetapkan Merumuskan IdentifikasiTujuan Keadaan kemudahansekarang dan hambatanTahap.4Mengembangkan T U J U A Nserangkaian kegiatan
27
2. Alasan-alasan Perlunya PerencanaanSalah satu tujuan utama perencanaan adalah melihat bahwa program-program dan penemuan-penemuan sekarang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan di waktu yang akan datang ��meningkatkan hasil keputusan yang paling tepat.Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan dilakukan1. Protective Benefits yang dihasilkan dari pengurang-an kemungkinan terjadinya kesalahan dalam mem-buat keputusan.2. Positive benefits dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.Manfaat Perencanaan:1. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.2. Membantu dalam kristalisasi kesesuaian pada masalah-masalah utama.3. Membantu manajer memahami keseluruhan gambaran operasional lebih jelas.4. Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat.5. Membantu cara pemberian perintah beroperasi.6. Memudahkan koordinasi antar bagian organisasi.7. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan mudah dipahami.8. Mengurangi pekerjaan yang tidak pasti.9. Menghemat waktu, usaha dan dana.
28
Kelemahan Perencanaan.1. Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata.2. Perencanaan cenderung menunda kegiatan.3. Terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi.4. Ada rencana-rencana yang diikuti dengan cara-cara yang tidak konsisten.3. Hubungan Perencanaan dengan Fungsi-fungsi Manajemen Lainnya.Hubungannya dapat dilihat pada gambar berikut:PengawasanPeng-PenyusuananPengarahanorganisasian personaliaPerencanaanKeterangan: Dalam banyak hal, perencanaan adalah fungsi yang paling dasar dan meresap ke seluruh fungsi-fungsi manajemen lainnya, saling berhubungan, saling ketergantungan dan saling berinteraksi.
29
4. Tipe Perencanaan dan Rencana.Ada lima dasar yang pengklasifikasian rencana, sbb:1. Bidang Fungsional, mencakup renacan produksi, pemasaran, keuangan dan personalia, dimana setiap faktor memerlukan tipe perencanaan yang berbeda. Misalnya, rencana pemasaran memuat tentang target penjualan, program promosi dll.2. Tingkatan Organisasional, termasuk seluruh satuan-satuan kerja organisasi.3. Karakteristik rencana, meliputi faktor-faktor:-Kompleksitas, fleksibiltas, keformalan, kerahasiaanbiaya, rasionalitas, kuantitatif dan kualitatif ��rencana produksi lebih kuantitatif dari pada rencana personalia.4. Waktu ��jangka pendek, menengah dan jangka panjang.5. Unsur-unsur rencana ��wujud anggaran, program, prosedur, kebijaksanaan dll.5. Rencana-rencana Strategik, Rencana Sekali Pakai dan Rencana Tetap.1. Rencana-rencana strategik (strategic plans), yaituyang dirancang memenuhi tujuan-tujuan organisasi yang lebih luas ��mengimplementasikan misi yang memberikan alasan khas keberadaan organisasi.Strategi adalah program umum untuk pencapaian tujuan. Sedangkan program dalam definisi tersebut menyangkut suatu peranan aktif, sadar dan rasional yang dimainkan manajer dalam perumusan strategi organisasi.Definisi lain dari Strategi adalah: pola tanggapan organisasi terhadap lingkungannya sepanjang waktu
30
2. Rencana-rencana Operasional (operational plans), adalah penguraian lebih terperinci bagaimana rencana-rencana strategik akan dicapai.Dua tipe operational plans, sbb:1. Rencana sekali pakai (single use plans), yaitu: dikembangkan untuk mencapai tujuan tertentu dan tidak digunakan lagi bila telah tercapai. Contoh, perencanaan perusahaan untuk membangun gudang baru akibat perluasan usaha, memerlukan rencana sekali pakai khusus bagi proyek tersebut.2. Rencana Tetap (standing plans). merupakan pendekatan-pendekatan standar untuk penanganan situasi-situasi yang dapat di-perkirakan dan terjadi berulang-ulang.Contoh:Kebijakan-kebijakan perusahaan, aturan-aturan perusahaan, prosedur standar terhadap beberapa aktifitas perusahaan, yang biasanya disebut standar operating procedure.6. Perencanaan Strategik dan Prosesnya.Perencanaan Strategik (strategic planning) adalah, proses pemilihan tujuan –tujuan organisasi, penentuan strategi, kebijakan dan program strategik yang diperlu-kan untuk tujuan tersebut dan penetapan metoda-metoda yang diperlukan untuk menjamin bahwastrategi dan kebijakan telah dilaksanakan.
31
Proses Perencanaan Strategik.Langkah 1. Penentuan misi dan tujuan.menyangkut misi, falsafah dan tujuan.Langkah 2. Pengembangan profil perusahaan.mencerminkan kondisi internal dan kemampuan perusahaan Langkah 3. Analisa lingkungan eksternal.Identifikasi lingkungan ekonomi, sosial/budaya dan politik, yang langsung berpengaruh.Langkah 4. Analisa internal perusahaan.Identifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan.Langkah 5. Identifikasi peluang dan ancaman strategik.Langkah 6. Pembuatan keputusan strategik.Hasil analisa SWOT.Langkah 7. Pengembangan strategi perusahaan.Alokasi sumber daya secara tepat, efisien & efektif. 7. Berbagai Kebaikan dan Kelemahan Perencanaan Strategik.Kebaikan-kebaikannya.-memberi pedoman yang konsisten bagi kegiatan-kegiatan organisasi.-manajer dapat mengarahkan tujuan-tujuan yang di-rumuskan secara jelas dengan metoda-metoda yang ada.-membantu manajer dalam membuat keputusan.-meminimumkan kemungkinan kesalahan karena tujuan atau sasaran dan strategi telah dirumuskan secara cermat.
32
Kelemahan-kelemahannya:-memerlukan investasi dalam waktu, uang dan SDM yang cukup besar.-bila waktu terlalu lama akan mengakibatkan hilangnya peluang/kesempatan.8. Hambatan-hambatan Perencanaan Efektif.Ada sejumlah alasan yang menghambat;1. Kurang pengetahuan tentang pekerjaan dari satuan-satuan kerja dan organisasi secara menyeluruh.2. Kurang Pengetahuan tentang lingkungan, misalnya tentang pesaing, penyelia, lembaga-lembaga pemerintah.3. Tidak mampu melakukan peramalan secara efektif.4. Kesulitan perencanaan operasi-operasi yang tidak berulang.5. Biaya yang besar.6. Takut memulai karena takut gagal.7. Kurang Percaya diri.9. Kriteria Penilaian Efektifitas Rencana.Ketepatan WaktuKegunaan Efektifitas biayaEfektifitasperencanaanKetepatan & objektifitas AkuntabilitasRuang lingkup
33
VI. PENETAPAN TUJUAN ORGANISASI.Tujuan adalah:Suatu hasil akhir, titik akhir atau segala sesuatu yang ingin dicapai.Contoh:Manajer personalia mengirim seseorang mengikuti pelatihan keahlian tertentu, tujuannya untuk menjadikan orang tersebut menjadi tenaga ahli tertentu.Misi Organisasi adalah:Maksud khas (unik) dan mendasar yang membedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya dan mengidentifikasikan ruang lingkup operasi dalam hal produk dan pasar.M I S IMerupakan perwujudan dasar filsafat para pembuatan keputusan strategik perusahaan.Mencerminkan konsep diri perusahaan.Menggambarkan bidang-bidang produk, pasar dan teknologi yang ditekankan perusahaan dimana hal ini mencerminkan nilai-nilai dan berbagai prioritas dari pembuatan keputusan strategik.TeoritikMisi OrganisasiTujuan Umum & menyeluruhTujuan khusus, kebijaksanaan, strategi, program dan rencana pada tingkatan lebih rendah Contoh pada suatu perusahaan penerbanganMelayani penrbangansebanyak mungkin penumpangTarif rendah untuk memperluas pasarMeningkatkan pasar Jakarta-BaliTarif minimum, Menambah frekwensi terbang & produktivitas
34
Berbagai fungsi tujuan organisasi.1. Pedoman bagi kegiatan.Fungsi tujuan memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi tentang apa yang “harus” dan “tidak harus” dilakukan2. Sumber Legitimasi.Pengakuan legitimasi akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan berbagai sumber daya dan dukungan dari lingkungan3. Standar Pelaksanaan.Bila tujuan dinyatakan secara jelas dan dipahami, hal ini akan memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi) organisasi ��tujuan dapat mudah diukur dan dikuantifikasikan seperti volume penjualan, pangsa pasar, laba dan derajat kesuksesan.4. Sumber Motivasi.Bila tujuan telah dicapai (laba), akhirnya akan memberikan insentif bagi para anggota, mis; bonus dll.5. Dasar Rasional Pengorganisasian.Implementasi berbagai unsur perancangan organisasi: pola komunikasi, mekanisme pengawasan, departementalisasi dll.
Tipe Tipe-tipe tujuan.
1. Tujuan Kemasyarakatan �� memelihara nilai budaya.
2. Tujuan Keluaran �� out put (kuantitas produk).
3. Tujuan Sistem �� pelaksanaan fungsi.
4. Tujuan Produk �� kualitas produk, keunikan dll.
5. Tujuan Turunan �� digunakan organisasi dalam
tujuan pencapaian tujuan-tujuan lain. Contoh: pelayanan
masyarakat, pengembangan karyawan, kebijakan
investasi dan lokasi pabrik yang mempengaruhi keadaan
ekonomi dan masa depan masyarakat tertentu dll.
35
Proses Penetapan Tujuan.Beberapa dasar yang melatar belakangi.1. Bahwa barang dan jasa yang diproduksi organisasi akan dapat memberikan manfaat, paling sedikit sama dengan harganya.2. Bahwa barang dan jasa dapat memuaskan kebutuhan konsumen/pelanggan.3. Bahwa teknologiyang digunakan akan menghasilkan barang dan jasa dengan harga dan kualitas bersaing.4. Bahwa dengan kerja keras dan dukungan seluruh sumber dayanya, organisasi dapat beroperasi dengan lebih baik dari sekedar menjaga kelangsungan hidup(survive) ��untuk tumbuh dan memperoleh laba(profitable).5. Pelayanan manajemen yang maksimal memperlihatkan public Imageyang menguntungkan.6. Perusahaan punya komitmen / konsep diri yang dapat dikomunikasikan pada seluruh jajaran manajemen dan pada para pemegang saham.2. Produktifitas.Bidang-bidang yang membutuhkan tujuan.3. Sumber daya phisik dan keuangan.4. Profitabilitas6. Prestasi dan pengembangan manajer.8.Tanggung jawab sosial dan politik.7. Prestasi dan sikap karyawan.TUJUAN5. Profitabilitas.1. Posisi Pasar.
36
Perumusan Tujuan ..Perumusan tujuan merupakan hasil usaha perpaduan untuk memuaskan semua pihak.Proses TujuanProses Perumusan TujuanSistem NilaiBidang-bidang yang membutuhkan tujuan.1. Posisi Pasar ��bagian pasar mana yang akan “direbut”Ini dapat ditentukan dengan analisa: a. Langganan dan produk/jasa.b. Segmen Pasar.c. Saluran Distribusi2. Produktifitas ��peningkatan kinerja/prestasi kerja.3. Sumber Daya Fisik (SDA & SDM) dan Keuangan.4. Profitabilitas ��target pencapaian laba.5. Inovasi��pengembangan produk.6. Prestasi dan pengembanganmanajer.7. Prestasi dan sikap karyawan.8. Tanggung Jawab Sosial.Tujuan Individu vs organisasiKoalisi eksternal-Pemegang saham/ Pemilik Modal.-Penyelia-Pelanggan-Masyarakat dll.Koalisi Internal-Manajemen.-Manajer.-Karyawan,dan lain-lain.TUJUAN Tawar Menawar (bargaining)Manajer pelaksana(eksekutip)
37
Manajement by Objectives ( MBO ).MBO diperkenalkan oleh Peter Drucker dalam bukunya The Practice of Management(1954), dan prosesnya berjalan dengan nama antara lain:“manajemen berdasarkan sasaran”.“manajemen berdasarkan hasil”dsb.Pada hakikatnya MBO menekankan pentingnya peranan tujuan dalam perencanaan efektif.
Pengertian MBO.
prosedur MBO berkenaan dengan penetapan prosedur-
prosedur formal atau semi formal yang dimulai
dengan penetapan tujuan dan dilanjutkan dengan
serangkaian kegiatan (langkah) sampai peninjauan
kembali pelaksanaan kegiatan.
Definisi MBO.
MBO sulit didefinisikan, namun secara umum
esensi sistem MBO, terletak pada penetapan
tujuan tujuan-tujuan umum oleh para manajer dan
bawahan yang bekerja bersama, penentuan bidang
tanggung jawab utama setiap individu yang
hasil dirumuskan secara jelas dalam bentuk hasil-hasil
(sasaran) yang dapat diukur dan diharapkan, dan
ukuran penggunaan ukuran-ukuran tersebut sebagai
satuan pedoman pengoperasian satuan-satuan kerja serta
penilaian masingpenilaian sumbangan masing-masing anggota.
Gagasan dasar MBO adalah:
Bahwa MBO merupakan proses partisipatif, secara
aktif melibatkan manajer dan para anggota pada
setiap tingkatan organisasi.
38
Sistem MBO formal.Unsur-unsur umum yang selalu ada dalam berbagai sistem MBO yang efektif:1. Komitmen pada program,komitmen seluruh jajaran manajemen dan siap mengimplementasikan program MBO dengan sukses. Manajer harus bertemu dengan bawahan dan untuk menetapkan tujuan dan kemudian menilai kemajuan berdasarkan tujuan tersebut.2. Menetapkan tujuan manajemen puncak.Yaitu menetapkan tujuan yang dinyatakan dalam bentuk yang dapat diukur, misalnya: menaikkan volume penjualan sebesar 10% tiga bulan yang akan datang atau menurunkan biaya overhead pada tahun ini.3. Tujuan-tujuan perseorangan.Para karyawan sampai yang paling bawah harus memahami secara jelas pada tujuan yang diharapkan agar tercapai.4. Partisipasi.Semakin besar partisipasi bersama antara manajer dan bawahan, semakin besar kemungkinan tujuan akan tercapai.5. Otonomi dan implementasi rencana.Setelah tujuan ditetapkan dan disetujui, individu mempunyai keleluasaan dalam pemilihan peralatan dan pencapaian tujuan tanpa campur tangan atasannya langsung yang sifatnya menghambat.6.Peninjauan kembali prestasi.Manajer dan bawahan secara periodik bertemu untuk meninjau kembali terhadap tujuan, artinya jka ada masalah-masalah atau temuan yang harus dipecahkan dan bila diperlukan, tujuan dapat diubah.
39
Kekuatan dan Kelemahan MBO.Kekuatan MBO.Hasil survei terhadap manajer, Tosy & Carroll menyatakan:1. Memungkinkan para individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.2. Membantu dalam perencanaan dengan membuat para manajer menetapkan tujuan dan sasaran.3. Memperbaiki komunikasi antara manajer dan bawahan.4. Membuat para individu lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan organisasi.5. Membuat proses evaluasi lebih dapat disamakan melalui pemusatan pada pencapaian tujuan tertentu. Ini memungkinkan para bawahan mengetahui kualitas pekerjaan mereka dalam hubungannya dengan tujuan organisasi.Kelemahan MBO.Ada dua kategori kelemahan-kelemahan khas untuk organisasi yang mempunyai program MBO formal:1. Kelemahan-kelemahan yang melekat (inherent) pada proses MBO. Ini mencakup konsumsi waktu dan usaha yang cukup besar dalam proses belajar untuk menggunakan teknik-teknik MBO serta meningkatkan banyaknya kertas kerja.2. Kelemahan-kelemahan dalam pengembangan dan implementasi MBO oleh berbagai fungsi.
40
Membuat MBO efektif.1. Gaya dan dukungan Manajemen.Manajemen puncak juga harus terlibat secara penuh dan memberikan dukungan melalui kegiatan-kegiatannya.2. Penyesuaian dan perubahan MBO.MBO mungkin memerlukan banyak perubahan dalam struktur organisasi, pola wewenang dan prosedur pengawasan. Manajer harus mendukung perubahan-perubahan ini.3. Keterampilan –keterampilan antar pribadi.Latihan dan pengembangan sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dasar dalam bidang masing-masing.4. Deskripasi JabatanDeskripsi jabatan harus ditinjau kembali dan direvisi sesuai perubahan kondisi organisasi.5. Penetapan dan pengkoordinasian tujuan.Hilangkan kesulitan untuk mengkoordinasi tujuan organisasi secara keseluruhan dengan kepentingan-kepentingan pribadi dan tujuan perorangan.6. Pengawasan metode pencapaian tujuan.Manajer dlam mencapai tujuannya tidak tergantung pada pencapaian bagian lain dalam organisasi. Misalnya, manajer lini produksi tidak dapat memenuhi target perakitan 100 unitper hari bila hanya disuplai 90 unit komponen. Maka,Penetapan tujuan kelompok dan fleksibilitas dibutuhkan untuk memecahkan masalah.7. Hilangkan konflik antara kreatifitas dan MBO.Bila manajer gagal untuk mencoba sesuatu yang baru (inovasi) karena energi mereka terarahkan pada tujuan-tujuan MBO, maka pemecahannya adalah dengan menempatkan inovasi dan perubahan menjadi bagian dari proses penetapan tujuan.
41
42
43
44
VII. PEMBUATAN KEPUTUSAN.Pendahuluan: Pembuatan Keputusan merupakan bagian kunci kegiatan manajer, misalnya untuk:-Investasi dan Reinvestasi-Meningkatkan volume penjualan.-Menaikkan harga jual.-Mengambil tindakan pada fungsi operatif MSDM.-Menentukan lokasi tempat kediaman perusahaan dan tempat kedudukan perusahaan yang baru dan juga lokasi gudang baru dan lain-lain.Pembuatan Keputusan adalah menggambarkan proses melalui mana serangkaian kegiatan dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu.1. Tipe-tipe Keputusan.Keputusan-keputusan juga dapat dibedakan antara keputusan yang dibuat dibawah kondisi kepastian, resiko dan ketidak pastian:a. Keputusan-keputusan yang diprogram.adalah keputusan yang dibuat menurut kebiasaan, aturan atau prosedur.Keputusan-keputusan ini rutin dan berulang-ulang, karena setiap organisasi mempunyai kebijaksanaan-kebijaksanaan tertulis dan tidak tertulis untuk memu-dahkan pembuatan keputusan dalam situasi yang berulang dengan membatasi dan menghilangkan alternatif-alternatif.
45
Contoh:Manajer tidak perlu memikirkan penetapan gaji karyawan yang baru, karena organisasi pada umumnya sudah mempunyai standar gaji untuk semua pegawai.b. Keputusan-keputusan yang tidak diprogram.adalah keputusan yang berkenaan dengan maslah-masalah khusus, khas dan tidak biasa.contoh:-Keputusan cara pengalokasian sumber-sumber daya organisasi.-Penanganan lini produk yang jatuh di pasaran dll.2. Proses Pembuatan Keputusan.Identifikasi dan diagnosa masalah. Pengumpulan dan analisa dataPengembangan alternatif-alternatif.Evaluasi alternatif-alternatif Umpan balikPemilihan alternatif.Implementasi keputusan.Evaluasi hasil keputusan.
46
3. Keterlibatan bawahan dalam pembuatan keputusanPara manajer akan sulit untuk membuat keputusan-keputusan tanpa melibatkan para bawahannya.Keterlibatan ini dapat dibagi dua; -Kelompok formal, yaitu seperti penggunaan kelompok-kelompok atau panitia dalam pembuatan keputusan, misalnya Pokja atau Kelompok Kerja dalam merumuskan sistem anggaran terpusat.-Kelompok informal, yaitu bantuan para bawahan terjadi pada setiap tahap proses pembuatan keputusan.Banyak manajer merasa bahwa keputusan-keputusan yang dibuat kelompok, seperti panitia lebih efektif karena memaksimumkan pengetahuan orang banyak,dan ada juga sebagian manajer lainnya menghindari keterlibatan kelompok, karena mereka merasa bahwa hal itu akan memperlambat proses pembuatan keputusan.4. Karakteristik berbagai Situasi Keputusan.Karakteristik pokok situasi keputusan menurut Vroom dan Yetton adalah sebagai berikut:1. Adakah persyaratan kualitas dimana suatu penye-lesaian lebih rasional dibanding yang lain?.2. Apakah manajer mempunyai informasi cukup untuk membuat keputusan yang berkulitas?.3. Apakah situasi keputusan terstruktur?.4. Apakah penerimaan keputusan oleh para bawahan merupakan faktor kritis implementasi efektif keputusan?.5. Adakah kepastian yang layak bahwa keputusan akan diterima para bawahan bila manajer
47
5. Adakah kepastian yang layak bahwa keputusan akan diterima para bawahan bila manajer membuat keputusan sendiri?.6. Apakah para bawahan manajer menyebarkan tujuan organisasi untuk dicapai bila maslah dipecahkan?.7. Apakah penyelesaian yang disukai akan menyebab-kan konflik diantara para bawahan?.Dengan kata lain, variabel-variabel kunci diatas akan menentukan apakah sebaiknya para manajer melibat-kan para bawahan dalam pembuatan keputusan atau membuat keutusan sendiri tanpa melibatkan para bawahannya.
48
VIII. PEMBUATAN KEPUTUSAN(lanjutan).1. Metoda-metoda Kuantitatif dalam pembuatan keputusan.Operasi organisasi akan bertambah besar dan semakin kompleks dan mahal sehingga semakin sulit pula manajer untuk membuat keputusan-keputusan yang efektif.Dengan demikian manajer tidak harus bergantung pada intuisinya saja dalam membuat keputusan, tetapi mereka memerlukan bantuan berbagai teknik dan peralatan kuantitatif.Riset Operasi (Operation Research):adalah menggambarkan, memahami dan memper-kirakan atau meramal perilaku berbagai sistem yang kompleks.Tujuannya adalah:untuk menyediakan informasi yang akurat sebagai dasar pembuatan keputusan, dengan menggunakanteknik-teknik ilmiah & matematika digunakan untuk:□untuk membangun model-model yang meramal perubahan dalam lingkungan.□memperkirakan hasil berbagai kegiatan.□mengevaluasi hasil kegiatan.
49
2. Ciri-ciri Riset Operasi.1. Terpusat pada pembuatan keputusan.Hasil akhir riset operasi harus berupa informasi yang secara langsung membantu manajer mencapai suatu keputusan dan hasil riset operasi harus dapat diimplementasikan.2. Penggunaan metode ilmiah, meliputi:-Identifikasi masalah. -Rumusan masalah.-Perilaku sistem masalah.-Pengembangan berbagai penyelesaian.3. Penggunaan model matematik.Riset operasi menyederhanakan unsur-unsur masa-lah kompleks menjadi berbagai persamaan matema-tik.4. Efektifitas Ekonomi.Kegiatan riset harus memberi hasil yang lebih besar dibandingkan biaya yang ada, yaitu dalam bentuk penghematan. Artinya: pemecahan masalah dengan biaya tinggi tidak efektif.5. Bergantung pada komputer.Mempergunakan komputer untuk memproses model6. Pendekatan Tim.Melibatkan para spesialis dengan keterampilan dan pengetahuan sesuai berbagai disiplin ilmu, misalnya;ahli ekonomi, ahli statistik, psikolog industri.dll.7. Orientasi Sistem.Mempertimbangkan apa yang paling baik bagi organisasi sebagai keseluruhan, bukan lagi hanya pada suatu departemen atau divisi, agar tidak mendapat kesulitan dalam menghadapi perbedaan.
50
3. Tahap-tahap pendekatan Riset Operasi.Lima tahap Pendekatan untuk pemecahan masalah:1. Diagnosa masalah.��identifikasi masalah.2. Perumusan masalah ��merumuskan dalam bentuk tertentu, yaitu□kriteria apa yang harus dipenuhi atas penyelesaian yang diusulkan.□aspek-aspek apa yang dliluar kendali manajer (uncontrollable variables) maupun yang dapat dikendalikan manajer (controllable variables).3. Pembuatan model ��yaitu menyusun suatu model matematik yang secara simbolik menggabungkan unsur-unsur masalah.Rumusan-rumusan matematik ini menggambarkan antar hubungan diantara unsur-unsur masalah.
51
52
IX. PENGORGANISASIAN dan STRUKTUR ORGANISASI1. Pengertian Pengorganisasian.Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk: □merancang struktur formal, □mengelompokkan dan mengatur□membagi tugas-tugas atau pekerjaandi antara para anggota organisasi agar tujuan organi-sasi dapat dicapai dengan efisien.Langkah-langkah proses pengorganisasian.1. Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan.2. Membagi beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang layak dilaksanakan satu orang. Yakni tidak terlalu berat atau terlalu ringan agar efisien dantepat waktu.3. Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan agar para ang-gota menjadi terpadu dan harmonis dan mengurangi konflik yang merusak.2. Struktur Organisasi dan Pembagian Kerja.Struktur Organisasi. Struktur Organisasi didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola.Struktur Organisasi menunjukkan kerangka dan susunan wujud pola tetap hubungan fungsi-fungsi, posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dalam suatu organisasi.
53
Faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktu organisasi adalah:1. Strategi organisasi.2. Teknologi.3. Orang yang terlibat dalam organisasi.4. Ukuran Organisasi.Unsur-unsur Struktur Organisasi terdiri dari:1. Spesialisasi kegiatan.2. Standardisasi kegiatan.3. Koordinasi Kegiatan4. Sentralisasi / desentralisasi pembuatan keputusan.5. Ukuran Satuan Kerja ��jumlah karyawan dalam setiap kelompok kerja.Pembagian Kerja.Prinsip Pembagian Kerja merupakan tiang dasar peng-organisasian yang memungkinkan sinergy terjadi. Sinergy (Synergy) adalah kelompok dua orang atau lebih yang bekerjasama secara kooperatif dan dikoordi-nasikan sehingga dapat mencapai hasil lebih daripada dilakukan perorangan.Contoh yang paling sederhana dalam pembagian kerja adalah team sepakbola. 3. Bagan Organisasi Formal & Bentuk Bagan Organisasi.Struktur organisasi terlalu kompleks untuk disajikan se-cara verbal.Manajer harus menggambarkan bagan organisasi (organization chart) untuk menunjukkan struktur organisasi.
54
Bagan Organisasi memperlihatkan dan menunjukkan hubungan diantara beberapa hal:□susunan fungsi-fungsi. □depertemen-departemen organisasi□posisi-posisi.Bagan organisasi menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, secara ringkas diuraikan:1. Pembagian Kerja ��sesuai wewenang & tanggung jawab.2. Rantai perintah ��hubungan atasan dengan bawah-an sesuai jenjang organisasi.3. Type pekerjaan��administrasi atau operasional.4. Pengelompokan pekerjaan.5. Jenjang manajemen ��hirarki manajemen.Rantai Perintah:DIrekturWakil DirekturManajer DivisiManajer DepartemenSuperintendentSupervisorKaryawan
55
4. Departementalisasi Fungsional dan Divisional.Departementalisasi adalah:Proses penentuan cara bagaimana kegiatan-kegiatan dikelompokkan.Departementalisasi dibagi dua:1. Departementalisasi Fungsional.yaitu: mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk memben-tuk suatu organisasi.Contoh gambar organisasi fungsionalyang digunakan manajemen puncak pada perusahaan manufacturing yang membagi empat fungsi utama bisnis: produksi, pemasaran, keuangan dan personalia.Presiden DirekturDirektur Direktur Direktur DirekturProduksi Pemasaran Keuangan PersonaliaKebaikan pendekatan fungsional.-menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama.-menciptakan efisiensi melalui spesialisasi.-memusatkan keahlian organisasi.-pengawasan manajemen puncak lebih ketat terha-dap fungsi-fungsi.Kelemahan pendekatan fungsional.-dapat menciptakan konflik diantara fungsi-fungsi.
56
2. DepartementalisasiDivisionalOrganisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar: -produk.-wilayah (geografis).-langganan.Contoh Bagan Organisasi Divisional atas dasar Produk.Presiden DirekturDirektur Direktur DirekturAutomotif Automotif AutomotifMerek A Merek B Merek CPersonalia Personalia PersonaliaProduksi Produksi ProduksiKeuangan Keuangan KeuanganPemasaran Pemasaran PemasaranContoh Bagan Organisasi Divisional atas dasar Wilayah.Presiden DirekturDirektur Direktur Direktur DirekturProduksi Pemasaran Keuangan PersonaliaKepala Kepala Kepala Wilayah Wilayah WilayahDKI & Jawa Sumbagut Kalimantan
57
Contoh Bagan Organisasi Divisional atas dasar Langganan.Presiden DirekturDirektur Direktur DirekturProduk-produk Produk-produk Produk-produkIndustri. Konsumsi MiliterKebaikan Struktur Divisional:-Meletakkan koordinasi & wewenang yang diperlu-kan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tang-gapan yang tepat.-Merumuskan tanggung jawab secara jelas dan memusatkan perhatian pada pertanggung jawaban atas prestasi kerja yang biasanya diukur dengan laba atau rugi setiap divisi.-Membebaskan CEO untuk pembuatan keputusan strategik.Kelemahan Struktur Divisional.-Meningkatnya biaya adnistrasi dan duplikasi keterampilan.-Masalah kebijaksanaan dalam alokasi sumber daya dan distribusi biaya-biaya overhead perusahaan5. Organisasi Proyek dan Matriks.Struktur Organisasi Proyek. Departementalisasi proyek menyangkut pembentukan tim-tim, spesialis yang diperlukan untuk mencapai tujuan khususStruktur Organisasi Matriks, prinsipnya sama dengan departementalisasi proyek, namun dengan satu perbedaan pokok yaitu, para karyawan mempunyai dua atasan, sehingga mereka dibawah dua wewenang.
58
Contoh Bagan Orgainisasi Proyek. Presiden DirekturManajer Manajer Manajer Manajer ManajerProyek Produksi Pemasaran Keuangan PersonaliaPersonalia Produksi Keuangan Pemasaran Contoh Bagan Organisasi Matriks.Presiden DirekturManajer Manajer Manajerdepartemen departemen departementeknis pembelian administrasiManajer Staf Staf StafProyek A Teknis Pembelian AdministrasiManajer Staf Staf StafProyek B Teknis Pembelian AdministrasiManajer Staf Staf StafProyek C Teknis Pembelian AdministrasiAliran wewenang vertikal dari para manajer departemen fungsional
59
Kebaikan organisasi Matriks1. Memaksimumkan efisiensi penggunaan manajer-manajer fungsional.2. Mengembangkan keterampilan-keterampilan kar-yawan dan merupakan tempat latihan yang baik bagi para manajer strategik.3. Membebaskan manajemen puncak untuk peren-canaan.4. Melibatkan, memotivasi dan menantang karyawan serta memperluas pandangan manajemen mene-ngah terhadap maslah-masalah strategik perusa-haan.Kelemahan organisasi matriks1. Pertanggung jawaban ganda, dapat menciptakan kebingungan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang kontradiktif.2. Sangat memerlukan koordinasi vertikal dan hori-zontal.3. Sangat mahal untuk diimplementasikan.6. Kelompok-kelompok Kerja Formal. (Panitia).Organisasi mempunyai tiga tipe utama kelompok-kelompok kerja formal, yaitu:a. Kesatuan Tugas Khusus.yaitu, tim yang dibentuk untuk menangani masalah khusus. Contoh: Panitia khusus (Pansus).b. Panitia Tetap (Standing Committees).yaitu, bagian tetap dari struktur suatu organisasi.Panitia ad hoc, memiliki fungsi yang serupa dengan panitia tetap, hanya tidak bersifat tetap.c. Dewan atau Komisi (Komite),yaitu, dibentuk dari individu-individu yang dipilih dan ditugaskan untuk mengelola suatu organisasi swastaatau masyarakat.
60
Kegunaan Panitia.1. Menghasilkan keputusan-keputusan yang lebih baik.2. Meningkatkan penerimaan gagasan-gagasan.3. Memperbaiki koordinasi.4. Tempat Latihan bagi manajer.5. Dapat menghindarkan penyalahgunaan kekuasaan melalui penugasan-penugasannya.7. Organisasi Informal.adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal.Contoh: tidak adanya wewenang, tanggung jawab, delegasi dan koordinasi atau dengan kata lain adanya kelompok tertentu dalam suatu kelom-pokatauorganisasi tertentu
61
X. KOORDINASI danRENTANG MANAJEMEN.1. Koordinasi dan kebutuhan akan Koordinasi.Koordinasi (Coordination), adalah:proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan.Satuan-satuan yang terpisah = departemen atau bidang-bidang fungsional.Koordinasi merupakan pegangan bagi individu-individu dan departemen-departemen atas peranan mereka da-lam organisasi,sebab, tanpa koordinasi mereka akan mengejar kepen-tingan masing-masing sehingga merugikan pencapai-an tujuan organisasi secara menyeluruh.Kebutuhan akan koordinasi.Kebutuhan akan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat saling ketergantungan bermacam-macam satu-an pelaksananya.Menurut J.D. Thomson, ada tiga macam saling keter-gantungan diantara satuan-satuan organisasi:1. Saling ketergantungan yang menyatu.(Pooled interdependence),yaitu: jika satuan-satuan organisasi tidak saling tergantung satu sama lain dalam melaksanakan kegiatan harian tetapi dalam melaksanakan kerja setiap satuan yang memuaskan mereka saling bergantung.
62
2. Salingketergantunganyang berurutan(Sequential interdepence).yaitu: dimana suatu satuan organisasi harus melakukan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum satuan yang lain dapat bekerja. 3. Saling ketergantungan timbal balik(Reciprocal interdependence)yaitu: hubungan saling memberi dan menerima antar satuan organisasi.Pooled Sequential Reciprocalinterdepence interdepence interdepence Div Div Dept Dept Bagian Bagian Prod Prod Pem-Pro-Pemeli operasiA B belian duksi haraan2. Masalah-masalah Pencapaian Koordinasi yang Efektif.Semakin meningkatnya spesialisasi akan menaikkan kebutuhan akan koordinasi, dan,semakin besar derajat spesialisasi akan semakin sulit bagi manajer untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan khusus dari satuan-satuan yang berbeda.Paul R. Lawrence dan Jay W. Lorch, mengemukakan empat tipe perbedaan dalam sikap dan cara kerja dian-tara beragam individu dan departemen dalam organi-sasi yang mempersulit tugas manajer dalam pengkoor-dinasian secara efektif; yaitu:
63
1. Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu.Masing-masing anggota departemen yang berbeda mengembangkan pandangan sendiri-sendiri tentang bagaimana cara mecapai kepentingan organisasi yang baik, misalnya:-Bagian penjualan lebih mengutamakan diversifikasi produk dari pada mutu.-Bagian keuangan melihat bahwa pengendalian biaya merupakan faktor utama suksesnya organi-sasi.-Bagian pemasaran mengemukakan disain produk sebagai hal yang paling esensial/mendesak.2. Perbedaan dalam orientasi waktu.Manajer produksi lebih memperhatikan masalah-masalah yang harus dipecahkan segera sedangkan bagian Penelitian dan Pengembangan lebih berfokus pada masalah-masalah jangka panjang.3. Perbedaan dalam orientasi antar pribadi.Personil perusahaan pelayaran pada bagian teknik dan operasi dilapangan selalu mengalami benturan dengan personil baian pemasaran.4. Perbedaan dalam formalitas struktur.Setiap tipe satuan dalam organisasi mungkin mem-punyai metode dan standar yang berbeda untuk mengevaluasi program kerjanya, misalnya:-Personil bagian produksi proses kerjanya diawasi secara ketat dan balas jasa dilakukan secara formal, sedangkan bagian lainnya lebih longgar pengawasannya dan balas jasa diberikan sesuai dengan periode waktu tertentu.
64
Tiga Pendekatan untuk koordinasi yang efektif.Pendekatan I.TEKNIK-TEKNIKMANAJEMEN DASAR1. Aturan 2. Hirarki 3. Penerapandan manajemen tujuan danprosedur rencanaPendekatan II. Pendekatan III.MENINGKATKAN MENGURANGI KE-KOORDINASI BUTUHANAKANPOTENSIAL KOORDINASI.4. Investasi 5. Ciptakan 6. Ciptakan 7.Ciptakansistem da-hubungan sumber tugas2lam infor-horizontal daya yg dptmasi vertikal tambahan berdirisendiri3. Mekanisme-mekanisme Pengkoordinasian Dasar.1. Aturan dan prosedur, adalah keputusan-keputusan manajerial yang dibuat untuk menangani kejadian-kejadian rutin, sehingga dapat menjadi peralatan yang efisien untuk koordinasi dan pengawasan rutin.2. Hirarki Manajerial. Rantai perintah, aliran informasi dan kerja, wewenang formal, hubungan tanggung ja-wab dan akuntabilitas yang jelas dapat menumbuh-kan integrasi bila dirumuskan secara jelas serta di-laksanakan dengan pengarahan yang tepat.
65
3. Rencana dan penetapan tujuan. Pengembangan rencana dan tujuan dapat digunakan untuk peng-koordinasian melalui pengarahan seluruh satuan organisasi terhadap sasaran-sasaran yang sama. Ini diperlukan bila aturan dan prosedur tidak mampu lagi memproses seluruh informasi yang diperlukan untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan satuan-satuan organisasi.Meningkatkan Koordinasi Potensial.1. Sistem informasi vertikal. Yaitu data yang disalurkan melalui tingkatan organisasi.2. Hubungan-hubungan horizontal, yaitu:a. Kontak langsungantar individu.b. Peranan penghubung, yang menangani komuni-kasi antar departemen agar saluran komunikasitidak terlalu panjang.c. Panitia dan satuan tugas, dibuat dan diorganisasi secara formal untuk menangani masalah-masalah khusus.d. Pengintegrasian peranandengan koordinasi yang tinggi.e. Peranan penghubung manajerial, yang mempu-nyai kekuasaan untuk menyetujui perumusan anggaran oleh satuan-satuan yang diintegrasikan dan diimplementasikan terpusat.Pengurangan Kebutuhan akan Koordinasi.1. Penciptaan sumber daya tambahan, yaitu tenaga kerja, bahan baku, waktu, akan meringankan tugas dan mengurangi masalah.2. Penciptaan tugas-tugas yang dapat berdiri sendiri, dengan memberi tanggung jawab penuh.
66
4. Rentang Manajemen dan Jumlah Rentang yang Ideal.Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer atau atasan.Istilah lain dari rentang manajemen:1. Span of control.2. Span of authority.3. Span of attention.4. Span of supervisionBerapa jumlah rentangan yang ideal?, Ada dua alasan:Pertama, mempengaruhi penggunaan yang efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari bawahannya, artinya: -Terlalu lebar rentangannya berarti manajer harus mengendalikan jumlah bawahan yang besar, sehingga tidak efisien.-Terlalu sempit rentangannya dapat menye-babkan manajer tidak digunakan sepenuhnya.Kedua, ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi.-Rentang manajemen yang melebar, mengha-silkan struktur yang berbentuk rata, sehinggatingkatan manajemen semakin sedikit dan mempengaruhi efektifitas manajer di semua tingkatan.-Rentang manajemen yang menyempit, struk-tur organisasi akan berbentuk memanjang se-hingga semakin banyak tingkat pengawasan antara manajemen puncak dengan tingkat paling bawah.
67
5. Rentang Manajemen dan Tingkatan Organisasional.A. Satu Tingkatan Manajemen dengan Satu Manajer.KaryawanB. Dua Tingkatan Manajemen dengan Lima ManajerC. Tiga Tingkatan Manajemen dengan Sebelas ManajerStruktur A. Seorang manajer mengawasi secara langsung kese-luruhan 32 bawahan ��rentang melebar.Struktur B. Menunjukkan rentangan yang lebih sempit dan struk-tur organisasi yang lebih tinggi.Struktur C. Rentangan menjadi sangat sempit dan struktur organi-sasi sangat tinggi.
68
6. Rentang Manajemen Lebar versus Sempit.Pilihan utama:Alasan-alasan digunakannya rentang manajemen yang menyempit,adalah:bahwa tingkatan hirarki yang semakin tinggi cenderung mengurangi kecepatan waktu penyebaran informasi dari atas ke bawah, sehingga kemungkinan terjadi penyimpangan akibat terlalu banyak tingkatan yang dilalui informasi.Pilihan Kedua:Alasan yang digunakan rentangan manajemen yang melebar pada umumnya, adalah:Bahwa moral dan produktifitas karyawan akan meningkat dalam organisasi kecil dari pada dalam organisasi besar.
69
XI. WEWENANG, DELEGASI dan DESENTRALISASI.1. Pengertian wewenang, kekuasaan dan pengaruh.Wewenang (authority), adalah:hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu demi tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.Wewenang dapat diperumpamakan seperti sistem sa-raf pusat (otak) pada manusia. Artinya, tanpa sistem wewenang, organisasi tidak dapat berfungsi.Ada dua pandangan yang saling berlawanan tentang sumber wewenang:1. Teori formal (pandangan klasik).bahwa wewenang adalah sesuatu yang dianugerah-kan, diberi atau diwariskan.Pandangan ini menganggap bahwa wewenang ber-asal dari tingkat masyarakat yang sangat tinggi, danselanjutnya secara hukum diwariskan.2. Teori Penerimaan (Acceptance theory of authority).Menganggap bahwa wewenang seseorang timbul bila hal itu diterima oleh kelompok /individu, karena kemampuan yang dimilki oleh kelompok/individu ter-sebut.Pandangan FormalPandangan Penerimaan
70
Kekuasaan (Power).Kekuasaan dan wewenang sering ditemui bersamaan, tetapi keduanya berbeda, yaitu:-Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu.-Kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan se-suatu.Beberapa sumber kekuasaan.1. Kekuasaan balas jasa (Reward Power).Berasal dari sejumlah balas jasa positif (uang, perlin-dungan, perkembangan karir dll) yang diberikan un-tuk melaksanakan perintah.2. Kekuasaan Paksaan (Corrective Power),Berasal dari sanksi (dipecat, teguran peringatan dll) akan diterimanya apabila mereka tidak melaksana-kan perintah pimpinan.3. Kekuasaan sah (Legitimate Power).Mengemukakan bahwa seseorang pimpinan mem-punyai hak yang sah untuk mempengaruhi bawahan.4. Kekuasaan Pengendalian Informasi (Control of Information Power).Berasal dari pengetahuan dimana orang lain tidak mempunyainya.5. Kekuasaan Panutan (Referent Power).Diadasarkan atasdasarkharismatikdankeberanianseseorang.6. KekuasaanAhli(Expert Power), berasaldarikeahli-an ataukemampuanseseorang.
71
Kekuasaan Kekuasaan Kekuasaansah paksaan balasjasa.ManajerKekuasaan Kekuasaan Kekuasaaninformasi panutan ahli.Batasan-batasan Internal & External untuk wewenang dan kekuasaan.INTERNAL EXTERNAL1. Anggaran Dasar 1. Undang-undang & pera-dan Rumah Tangga turan pemerintah.2. Anggaran. 2. Perjanjian kerja3. Kebijaksanaan, kolektif.peraturan dan 3. Perjanjian dengan Dealer,prosedur. Suplier dan pelanggan. 4. Deskripsi Jabatan.
72
2. Sentralisasi vs Desentralisasi. a. Organisasi yang sentralisasi,adalah:merupakan sebuah sistem yang wewenang serta pengendaliannya dipegang secara terpusat, biasanya eksekutif puncak.b. Organisasi yang desentralisasi,adalah:merupakan suatu usaha sistematis untuk mende-legasikan kepada jenjang bawah semua wewe-nang, kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi.3. Struktur Organisasi dan Penyusunannya.a. Pembentukan Struktur Organisasi.Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi:1. Interaksi Kemanusiaan.2. Kegiatan yang terarah ke tujuan.3. Struktur.Pembentukan struktur organisasi dimulai dengan penganalisaan kegiatan-kegiatan utama organisasi.Di kebanyakan perusahaan kegiatan ini berupa pro-duksi, pemasaran, pembelanjaan, keuangan dan personalia.Masing-masing kegiatan ditugaskan ke departemen atau bagian yang berbeda dalam perusahaan terma-suk manajer dan bawahannya.
73
b. Bentuk-bentuk Organisasi:□Organisasi Garis/Lini:Kekuasaan mengalir secara langsung dari Direktur ke Kepala Bagian, kemudian ke para Karyawan di bawahnya. Masing-masing bagian merupakan unit yang berdiri sendiri, dan Kepala Bagian menjalan-kan semua pengawasan dalam jajarannya.Kebaikan organisasi garis:-Adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah dan strukturnya sangat sederhana-Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan, sebab tidak perlu membicarakan de-ngan orang lain.-Pimpinan dapat lebih cepat dalam memberikan perintah, sebab langsung bisa diberikan pada bawahan.-Menghemat biaya, karena pengawasan dari ber-bagai kegiatan cukup dilakukan oleh seorang saja-Banyak digunakan dalam organisasi kecilKelemahannya:-Tidak adanya spesialisasi menyebabkan tugas yang berat bagi para petugas sehingga kurang efisien.-Kurangnya kerjasama antar bagian.-Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan.
74
□Organisasi Garis dan Staff.Bentuk organisasi garis dan staf ini merupakan kombinasi yang diambil dari beberapa keuntungan adanya pengawasan langsung dan spesialisasi dalam perusahaan.Kebaikan organisasi garis dan staf;-Pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus di luar bagiannya.-Staf dapat membantu berbagai persoalansehingga akan memperingan pekerjaan dan meningkatkan efisien kerja.-Staf dapat mendidik petugas.-Adanya kesatuan pimpinan sehingga mencipta-kan aliran kekuasaan dengan jelas.Keburukanorganisasi garis dan staf-Adakalanya staf tidak lagi memberi saran, tetapi perintah, sehingga dapat menimbulkan perten-tangan dengan manajer pada bagian yang ber-sangkutan.-Menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf.-Staf dapat disalahkan jika sarannya tidak mem-buahkan hasil.□Organisasi Fungsional.-Bentuk organisasi ini, masing-masing manajer adalah seorang spesialis atau ahli dan masing-masing bawahan/pekerja mempunyai beberapa pimpinan. Manajer memiliki kekuasaan penuh untuk menjalankan fungsi-fungsi yang menjadi tanggung jawab nya. Artinya: lebih menekankan pada pembagian fungsi.
75
Kebaikan organisasi fungsional.-Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dibidangnya, sehingga terdapat keserasian antara tugas dan keahliannya.-Tugas para manajer menjadi lebih ringan denganadanya pembagian fungsi.Keburukan organisasi fungsional.-Membingungkan para pekerja karena tidak ada kesatuan dalam pimpinan dalam perintah.-Tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan.-Kesulitan-kesulitan yang timbul tidak segera dapat diatasi.-Kurangnya koordinas, sehinggga menimbulkan perselisihan diantara para manajer.□Organisasi Komite.Komite, sering juga disebut panitia, dan pelaksa-naannya dapat dikombinasikan dengan bentukorganisasi yang lain.Kebaikannya:-Merupakan sebuah forum untuk saling bertukar pendapat diantara beberapa anggota.-Keputusan ditentukan bersama-sama sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik.-Menciptakan koordinasi yang lebih baik.-Meningkatkan pengawasan bersama karena macam-macam komite tersebut dapat berhu-bungan langsung dengan pelaksana.
76
Kelemahan Komite.-Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan karena masing-masing anggota sibuk dengan profesinya.-Wewenang anggota terbatas.□Organisasi MatrikBentuk baru yang disebut organisasi matrik ini biasa disebut juga Organisasi Proyek dan dapat didefinisikan sebagai struktur organisasi dimana para spesialis dari bagian-bagian yang ada disatukan untuk mengerjakan proyek khusus.Kebaikan organisasi matrik:-Luwes.-Memberikan metode untuk memusatkan perhati-an pada masalah-masalah utama yang spesifik atau persoalan-persoalan bersifat teknis yang unik.Kelemahannya,-Konflik dapat terjadi antara manajer proyek dengan manajer-manajer lainnya.-Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim terpadu dari orang-orang yang berasal dari bagian-bagian yang berbeda.Wewenang Lini, Staf dan Fungsional.Wewenang Lini, adalah wewenang diamana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. Ini diwujud-kan dalam wewenang perintah dan secara langsung tercermin sebagai rantai perintah serta diturunkan kebawah melalui tingkatan organisasi.
77
Wewenang Staf, adalah hak yang dipunyai oleh satuan-satuan staf atau para spesialis untuk menya-rankan, merekomendasi atau konsultasi kepada perso-nalia lini. Dan tidak memberikan wewenang kepada anggota staf untuk memerintah lini mengerjakan kegiatan tertentu.Wewenang Staf Fungsional, adalah hubungan terkuat yang dapat dimiliki staf dengan satuan-satuan lini. bila dilimpahi wewenang fungsional oleh manajemen puncak, seorang staf spesialis mempunyai hak untuk memerintah satuan lini sesuai kegiatan fungsional dimana hal itu merupakan spesialisasi dari staf bersangkutan.
78
XII. MOTIVASI, KOMUNIKASI dan KEPEMIMPINAN dalam ORGANISASI.1. Berbagai Pandangan Tentang Motivasi dalam Organisasi.Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia.Motivasi sebagai subyek pentingbagi manajer, karena:-Manajer perlu memahami perilaku bawahannya agar bisa mempengaruhinya untuk bekerja sesuai keinginan organisasi.Motivasi sebagai subyek yang membingungkan, karena:-Motif tidak dapat diamati ataupun diukur secara langsung, tetapi harus disimpulkan dari perilaku orang yang dilihat.Motivasi merupakan salah satu faktor yang mempenga-ruhi tingkat prestasi seseorang disamping faktor lainnya yaitu: kemampuan dan pemahaman tentang perilaku.Istilah lain dari motivasi:-Kebutuhan (needs).-Desakan (urge)-Harapan (wish)-Dorongan (drive).2. Teori-teori Motivasi dan teori-teori Isi.Dikelompokkan menjadi tiga kelompok,yaitu:a. Teori-teori Petunjuk (prescriptive theories),mengemukakan bagaimana memotivasi para karya-wan dengan dasar pengalaman coba-coba.b. Teori Isi atau teori kebutuhan (contents theories),tentang apa penyebab perilaku dan apa penyebab motivasi��kebutuhan.
79
c. Teori-teoriproses(process theories), yaitu:tentangbagaimanaperilakudimulaidandilaksana-kan, teoriinitermasukantaralain:1. TeoriPengharapan.2. Teoripembentukanperilaku.3. TeoriHarapanmasamendatang.4. TeoriKeadilanHierarki Kebutuhan Menurut Maslow:HaniHandokohal.258SelfPemenuhan diri actualization Tantangan KerjaNeedsStatus Esteem Needs JabatanBerteman Social Needs Teman BekerjaStabilitas Security Needs JHT/PensiunPerlindungan Physiological Needs Gaji
80
3. Model-model Motivasi.a. Model Tradisional: (F.W. Taylor)Model ini mengisyaratkan bahwa manajer menentu-kan bagaimana pekerjaan harus dilakukan dan digu-nakannya sistem pengupahan insentif untuk me-motivasi pekerja –produktifitas tinggi maka pengha-silan tinggi.b. Model Hubungan Manusiawi.(Elton Mayo).Mengemukakan bahwa kontak sosial antar karyawan dalam mengatasi rasa kebosanan dan pemenuhan kebutuhan sosial dapat memotivasic. Model Sumber Daya Manusia.(Mc. Gregor & Maslow)Menyatakan bahwa para karyawan dimotivasi oleh banyak faktor yaitu: uang, prestasi dan kesempatan bekerja dan pemberian wewenang dan tanggung jawab untuk pembuatan keputusan-keputusan dalam pelaksanaan tugas.4. Pengertian, Proses dan Model KomunikasiPengertian Komunikasi;Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang kepada orang yang lain.Berhasil atau tidaknya komunikasi tergantung pada keterampilan membaca, menulis, mendengar, berbicara dan lain-lain.Sebagai suatu proses dengan mana orang-orang ber-maksud memberikan pengertian-pengertian melalui pe-ngiringan berita secara simbolis dan dapat menghubungkan para anggota berbagai satuan organisasi yang berbeda pada bidang yang berbeda disebut, Rantai Pertukaran Informasi.
81
Konsep Rantai Pertukaran Informasi, mempunyai unsur -unsur:1. Kegiatan membuat orang mengerti.2. Sarana Pengaliran Informasi.3. Suatu sistem terjalinnya komunikasi diantara individu-individu.Proses Komunikasi.Model proses komunikasi secara sederhana:Pengirim Berita PenerimaModel proses komunikasi secara terperinci:6. Mengirim / umpan balikkepada pengirim.1. Sumber gagasan, 5. Diterjemahkanpemikiran atau kesan kembali2. Diterjemahkan atau 4. Penerimadisandikan dalam menangkapkata-kata atau sandi simbol-simbol3. Disampaikan/dikirimkansebagai berita kepadapenerima
82
5. Komunikasi Organisasi.Empat faktor yang mempengaruhi efektifitas komunikasi dalam organisasi:1. Saluran Komunikasi Formal, mempengaruhi dalam dua cara:a. Liputan saluran formal, contoh: semakin besar organisasi akan semakin panjang komunikasi.b. Struktur wewenang organisasi, contoh: semakin luas pendelegasian,semakin panjang komunikasi.6. Saluran Komunikasi Dalam Organisasia. Komunikasi Vertikal.b. Komunikasi Horizontal.c. Komunikasi Diagonal.7. Pedoman Komunikasi Yang Baik.1. Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dahulu sebelum dikomunikasikan.2. Teliti tujuan setiap komunikasi.3. Pertimbangkan kondisi fisik dan manusia keseluruhan kapan komunikasi dilakukan.4. Konsultasi dengan pihak lain.5. Perhatikan ekspresi dan isi dasar berita.6. Ambil kesempatan untukumpan balik.7. Ikuti komunikasilebih lanjut.8. Perhatikan konsistensi komunikasi.9. Bertindak untuk mendorong komunikasi.10. Jadilah pendengar yang baik.
83
8. Kepemimpinan dan beberapa gaya kepemimpinanKepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja demi mancapai tujuan dan sasaran.Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Kepemim-pinan.a. yang terdiri tiga Variabel kritis:Kemampuandan kualitaspemimpinKemampuanSituasi dan kualitasbawahanb. yang terdiri dari banyak variabel yang saling berhu-bungan. Variabel tersebut diklasifikasikan sebagai faktor-faktor makro dan faktor-faktor mikro.Faktor-faktor makro Faktor-faktor mikroPengharapandan perilakuatasanTingkatan Kepribadianorganisasi dan Perilaku dan latar bela-besarnya kelom-kepemimpinan kang pemimpinpokPengharapandan perilakubawahanOrganisasionalPerekonomian Sosbud Industri
84
a. Fungsi-fungsi Kepemimpinan1. Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan tugas,Menyangkut pemberian saran penyelesaian, infor-masi dan pendapat.2. Fungsi-fungsi pemeliharaan kelompok.Mencakup segala sesuatu yang dapat membantu kelompok berjalan lancar –persetujuan dengan kelompok lain, penengah perbedaan pendapat dll.b. Gaya-gaya Kepemimpinan.1. Gaya dengan orientasi tugas. (task-oriented)yaitu mengarahkan dan mengawasi bawahan se-cara tertutup untuk menjamin bahwa tugas dilaksanakan sesuai yang diinginkan.2. Gaya dengan orientasi karyawan.(Employee-oriented).Berusaha untuklebih memotivasi bawahan diban-ding mengawasi mereka, dan mendorong para anggota kelompok untuk melaksanakan tugas-tugas dengan memberikan kesempatan bawahan berpartisipasi dalam pembuatan keputusan, menciptakan suasana kerja harmonis dan saling menghormati satu sama lain.3. Tipe-tipe Kepemimpinan.1. Otoriter.2. Militeristik.3. Demokratis.4. Paternalistik (kebapakan) ��jarang memberi perintah kebawah.5. Laize–Faire ��bukan didasarkan pada kemam-puan
85
XIII. DASAR-DASAR PROSES PENGAWASAN1. Pengertian dan tipe-tipe pengawasan.-Pengawasan merupakan ”proses untuk menjamin bah-wa tujuan-tujuan organisasi & manajemen dapat ter-capai”.-Pengawasan membantu penilaian apakah fungsi-fungsi manajementelah dilaksanakan secara efektif.PerencanaanPengorganisasianPenyusunan personalia PengawasanPengarahanPengawasanRobert J. Mockler memperjelas unsur-unsur esensial proses pengawasan manajemen, adalah suatu usaha sistematik untuk tujuan antara lain:□menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan.□merancang sistem informasi umpan balik.□membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.□menentukan & mengukur beberapa penyimpangan□mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa sumber daya perusahaan dipergu-nakan dengan cara efisien dan efektif dalam menca-pai tujuan perusahaan.
86
Tipe-tipe pengawasan, terdapat tiga tipe:1. Pengawasan pendahuluan (feedforward control).yaitu, sering disebut steering controls, dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap tertentu diselesaikan.Pendekatan pengawasan ini lebih efektif & agresif dengan mendeteksi dan mendekati masalah dan mengambil tindakan sebelum masalah terjadi.2. Pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan pe-laksanaan kegiatan (Concurrent Contol).yaitu: sering disebut pengawasan ”ya –tidak”, ”ber-henti-terus”atau screening control, dilakukan selama kegiatan berlangsung.Tipe pengawasan ini merupakan proses suatu prosedur harus disetujui dahulu atau syarat tertentu harus dipenuhi sebelum kegiatan-kegiatan dilanjutkan.3. Pengawasan umpan balik (feedback control).yaitu mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan. Penyimpangan dan penemuan diterapkan untuk masa mendatang. Pengawasan ini bersifat historis, pengukuran dilakukan setelah kegiatan terjadi,Kegiatan Kegiatan Kegiatanbelum sedang telah dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakanPengawasan Concurrent Feedbackpendahuluan control contrl
87
2. Tahap-tahap dalam proses pengawasan.Proses pengawasan terdiri dari lima tahap yaitu :1. Penetapan standar pelaksanaan (perencanaan).2. Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan.3. Pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata.4. Pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan stan-dar danpenganalisaan sertapenyinpangan-penyimpangan.5. Pengambilan tindakan koreksi.PenetapanPenentuan Pengukuran Pembandingan standar pengukuran pelaksanaan dengan standar pelaksanaanpelaksanaan kegiatanEvaluasikegiatanPengambilantindakan koreksibila perluTahap 1 : Penetapan StandarTahap pertama dalam pengawasan adalah penentuan standar pelaksanaan. Standar berarti suatu satuan yang digunakan sebagai “patokan”untuk penilaian hasil-hasil. Tujuan, sasaran, quota dan target pelaksanaan dapat digunakan sebagai standar. Tiga bentuk standar yang umum adalah :1. Standar-standar Phisik, meliputi kuantitas barang atau jas, jumlah langganan atau kualitas produk.2. Standar-standar Moneter, mencakup biaya tenaga kerja, biaya penjualan, laba kotor, pendapatan penju-ualan dsb.3. Standar-standar Waktu,meliputi kecepatan produksi atau batas waktu suatu pekerjaan harus diselesaikan.
88
Setiap tipe standar harus dinyatakan dalam bentuk-bentuk hasil yang dapat dihitung untuk memudahkan manajer mengkomunikasikan pelaksanaan kerja sehing-ga standar harus ditetapkan secara akurat. Standar-standar yang tidak dapat dihitung juga memainkan peranan penting dalam proses pengawasan. Misalnya,standar kesehatan personalia, sikap kerjasama, promosi karyawan terbaik dsb.Tahap 2 : Penentuan PengukuranTahap kedua dalam pengukuran adalah menentukan pengukuran pelaksanaan secara tepat. Beberapa perta-nyaan penting yang dapat digunakan :1. How often, berapa kali pelaksanaan seharusnya diukur –setiap jam, harian, mingguan, bulanan?2. What form, dalam bentuk apa pengukuran akan dilakukan –laporan tertulis, inspeksi visual, telepon?3. Who,siapa yang terlibat –manajer, staf departemen?Tahap 3 : Pengukuran Pelaksanaan KegiatanTahap ketiga adalah pengukuran pelaksanaan yang dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang. Cara melakukan pengukuran pelaksanaan yaitu : 1. Pengamatan (Observasi)2. Laporan-laporan, baik lisan dan tertulis3. Metoda-metoda otomatis4. Inspeksi, pengujian (test) atau pengambilan sampel.Tahap 4 : Pembandingan pelaksanaan dengan Standar dan Analisa PenyimpanganTahap kritis dari proses pengawasan adalah pembandingan pelaksanaan nyata dengan pelaksanaan yang direncanakan atau standar yang telah ditetapkan.
89
Walaupun tahap ini paling mudah dilakukan tetapi kompleksitas dapat terjadi pada saat menginterpretasi-kan adanya penyimpangan (deviasi). Penyimpangan ini harus dianalisa untuk menentukan mengapa standar tidak tercapai.Tahap 5 : Pengambilan Tindakan Koreksi Bila DiperlukanBila hasil analisa menunjukkan perlunya tindakan korek-si, tindakan ini harus diambil dalam berbagai bentuk. Standar mungkin diubah, pelaksanaan diperbaiki, atau keduanya dilakukan bersamaan.Seperti ditunjukkan tabel diatas, tindakan koreksi mung-kin berupa :1. Mengubah standar mula-mula2. Mengubah pengukuran pelaksanaan 3. Mengubah cara dalam menganalisa dan menginter-pretasikan penyimpangan-penyimpangan.3. Pentingnya PengawasanKata “Pengawasan”berkonotasi tidak menyenangkan, karena dianggap akan mengancam kebebasan dan otonomi pribadi. Pengawasan yang berlebihan akan menimbulkan birokrasi, mematikan kreatifitas yang akhirnya akan merugikan organisasi sendiri. Sebaliknya pengawasan yang tidak mencukupi dapat menimbulkan pemborosan sumber daya dan membuat sulit pencapai-an tujuan. Berikut ini faktor-faktor yang membuat pengawasan semakin diperlukan setiap organisasi antara lain :
90
Berikut ini faktor-faktor yang membuat pengawasan semakin diperlukan setiap organisasi antara lain :1. Perubahan Lingkungan OrganisasiBerbagai perubahan lingkungan organisasi terjadi te-rus-menerus dan tak dapat dihindari, seperti munculnya inovasi produk dan pesaing baru, diketemukan-nya bahan baku baru dsb. Melalui fungsi pengawas-an manajer mendeteksi perubahan yang berpenga-ruh pada barang dan jasa organisasi sehingga mam-pu menghadapi tantangan atau memanfaatkan kesempatan yang diciptakan perubahan yang terjadi.2. Peningkatan Kompleksitas OrganisasiSemakin besar organisasi, makin memerlukan peng-awasan yang lebih formal dan hati-hati. Berbagai jenis produk harus diawasi untuk menjamin kualitas dan profitabilitas tetap terjaga. Semuanya memerlukan pelaksanaan fungsi pengawasan dengan lebih efisien dan efektif.3. Kesalahan-KesalahanBila para bawahan tidak membuat kesalahan, manajer dapat secara sederhana melakukan fungsi pengawasan. Tetapi kebanyakan anggota organisasi sering membuat kesalahan. Sistem pengawasan memungkinkan manajer mendeteksi kesalahan tersebut sebelum menjadi kritis. 4. Kebutuhan Manajer untuk Mendelegasikan WewenangBila manajer mendelegasikan wewenang kepada bawahannya tanggung jawab atasan itu sendiri tidak berkurang. Satu-satunya cara manajer dapat menen-tukan apakah bawahan telah melakukan tugasnya adalah dengan mengimplementasikan sistem penga-wasan.
91
5. Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi.Langkah terakhir adalah pembandingan penunjuk dengan standar, penentuan apakah tindakan koreksi perlu diambil dan kemudian pengambilan tindakan.4. Alat Bantu Pengawasan Manajerial1. Manajement By Exception (MBE)MBE, atau prinsip pengecualian, memungkinkan Mgruntuk mengarahkan perhatiannya pada bidang-bidang pengawasan yang paling kritis dan mempersi-lahkan para karyawan atau tingkatan manajemen rendah untuk menangani variasi-variasi rutin2. Management –Information System (MIS)MIS dirancang melalui beberapa tahap utama yaitu :1. Tahap survei pendahuluan dan perumusan masa-lah.2. Tahap desain konseptual.3. Tahap desain terperinci.4. Tahap implementasi akhir.
92
5. Karakteristik Pengawasan Yang Efektif.1. AkuratInformasi tentang pelaksanaan kegiatan harus akurat Data yang tidak akurat dari sistem pengawasanda-pat menyebabkan organisasi mengambil tindakan ko-reksi yang keliru atau bahkan menciptakan masalah yang sebenarnya tidak ada. 2. Tepat –WaktuInformasi harus dikumpulkan, disampaikan dan dievaluasi secepatnya bila kegiatan perbaikan harus dilakukan segera.3. Objektif dan MenyeluruhInformasi harus mudah dipahami dan bersifat objektif secara lengkap.4. Terpusat pada Ttitik-Titik Pengawasan Strategik Sistem pengawasan harus memusatkan perhatianpada bidang-bidang dimana penyimpangan-penyimpangan dari standar paling sering terjadi atau yang akan mengakibatkan kerusakan paling fatal. 5. Realistik secara EkonomisBiaya pelaksanaan sistem pengawasan harus lebih rendah atau paling tidak sama dengan kegunaan yang diperoleh dari sistem tersebut. 6. Realistik secara OrganisasionalSistem pengawasan harus cocok atau harmonis de-ngan kenyataan-kenyataan organisasi.7. Terkoordinasi dengan Aliran Kerja OrganisasiInformasi pengawasan harus terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi karena (1) setiap tahap dari proses pekerjaan dapat mempengaruhi sukses atau kegagalan keseluruhan operasi dan (2) informasi pengawasan harus sampai pada seluruh personalia yang memerlukannya.
93
94
95
96

Senin, 17 November 2008

Pengenalan Hadware

v
Komputer telah banyak dimanfaatkan, baik oleh kalangan sekolah,
instansi, hingga perorangan. Secara fisik, komputer mempunyai
komponen-komponen yang disebut dengan hardware. Jenis hardware
pada komputer tidak tertuju pada komponen yang ada di dalamnya
saja, melainkan semua perangkat yang mendukung kinerja komputer.
Buku Student Guide Series Pengenalan Hardware ditujukan untuk para
siswa dan pemula pengguna komputer agar dapat mengenal,
memahami, dan dapat memanfaatkan hardware komputer yang akan
digunakannya secara optimal.
Dalam penulisan buku ini, penulis berusaha memberikan materi dan
soal latihan yang terkait materi secara langkah demi langkah, agar
mudah dan cepat dipahami oleh pembaca.
Setelah mempelajari buku Student Guide Series Pengenalan
Hardware, diharapkan pembaca dapat:
x Mengenal Hardware Utama Perangkat Komputer.
x Mengenal Media Simpan.
x Mengenal Hardware Multimedia.
x Mengenal Hardware Bisnis dan Perkantoran.
x Mengenal Hardware Jaringan Komputer.
x Mengenal Hardware Koneksi Internet.
x Mengenal Teknik-Teknik Optimasi Hardware.
Kata Pengantar
vi
Walaupun dalam menyusun buku ini kami telah melakukan pengkajian
dan penelitian yang mendalam serta berusaha untuk menyampaikan
materi secara lengkap dan terstruktur, tentunya setiap karya tidaklah
ada yang benar-benar sempurna sehingga mungkin buku ini kurang
dapat memenuhi kebutuhan para pembaca, atau mungkin para pembaca
masih mengalami kesulitan atau masalah setelah mempelajari
buku ini.
Untuk itu, Wahana Komputer membuka lebar-lebar kesempatan bagi
para pembaca pada khususnya dan masyarakat pengguna komputer
pada umumnya, untuk melakukan konsultasi mengenai berbagai kesulitan
yang dihadapi, khususnya mengenai apa yang telah dijelaskan di
dalam buku ini melalui situs web kami atau via pos, faks, ataupun
email. Disamping itu, Anda dapat memanfaatkan pula layanan
pelatihan komputer kami melalui Lembaga Pendidikan Komputer
Wahana untuk lebih mendalami materi-materi yang dipaparkan di
dalam buku ini.
Wahana Komputer
JL. MT Haryono 637 Semarang
Telp. (024) 8314727, 8413238. Faks. (024) 8413964
e-mail: info@wahanakom.com
web: www.wahanakom.com
vii
Kata Pengantar............................................................................ v
Daftar Isi ....................................................................................vii
MODUL 1 Hardware Utama Perangkat Komputer ........... 1
MODUL 2 Media Simpan ................................................ 29
MODUL 3 Hardware Multimedia .................................... 41
MODUL 4 Hardware Bisnis dan Perkantoran ................. 61
MODUL 5 Hardware Jaringan Komputer ....................... 77
MODUL 6 Hardware Koneksi Internet ............................ 97
MODUL 7 Teknik-Teknik Optimasi Hardware............... 115
Daftar Isi
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
2
1.1 Pengertian Hardware
Hardware adalah perangkat komputer yang terdiri atas susunan
komponen-komponen elektronik berbentuk fisik (berupa benda).
Jenis-jenis hardware pada Personal Computer (PC) , antara lain
motherboard, hard disk, floppy, memory, dan lain-lain.
Bukan hanya perangkat yang ada di dalam CPU (Central Processing
Unit) saja yang disebut dengan hardware, perangkat di luarnya pun
yang berhubungan langsung dengan komputer dapat disebut dengan
hardware. Misal , perangkat yang sangat penting per annya dalam
komputer adalah monitor, keyboard, mouse, printer, dan lain-lain.
Perangkat-perangkat tersebut dalam istilah komputer disebut sebagai
media masukan (input devices) dan media keluaran (output devices).
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
3
Tentu saja perangkat -perangkat tersebut mempunyai fungsi dan tugas
masing-masing. Di antaranya adalah keyboard sebagai alat masukan
data, monitor sebagai alat keluaran ditampilkannya data, hard disk
sebagai media simpanan untuk data, dan lain -lain. Kerjasama antara
masing-masing perangkat juga suda h diatur sedemikian rupa
sehingga menghasilkan sebuah sistem komputer yang utuh dan be -
kerja dengan baik.
Tidak terbatas pada penggunaan perangkat PC saja , hardware dapat
diklasifikasikan. Seiring dengan berkembangnya teknologi , maka semakin
banyak pula hardware yang ditawarkan. Hal tersebut dapat
dilihat pada perangkat -perangkat baru yang pada penggunaa nnya
harus diintegrasikan dengan komputer, misalnya kamera digital, IRDA,
dan bluetooth. Juga banyak perangkat komputer yang digunakan
khusus untuk jaringan komputer (network) seperti Hub, Router, dan
sebagainya. Hardware multimedia dan internet juga tidak kalah
berkembang, seperti pada penggunaan surround speaker dan
WebCam.
1.2 Struktur dan Alur Kerja Hardware
Semua mesin pasti ada c ara atau prosedurnya untuk bisa berjalan
dengan baik. Begitu juga dengan komputer yang merupakan alat/
mesin elektronik dan bekerja menggunakan tenaga listrik. Aliran
tenaga listrik tersebut yang nantinya akan hidup (1) dan mati (0)
sehingga terbentuklah bilangan binary (bin), yaitu 1 dan 0. Misal pada
huruf A akan dikonversi menjadi bilangan binary , yaitu 1010, angka
2006 menjadi 11111010110, dan lain-lain.
Pada arsitektur komputer ada empat bagian utama yang bekerja sama
antara satu dengan yang lain, yai tu ALU (Arithmetic and Logic Unit),
Memory, Central Unit, serta Alat Input dan Output (I/O). Perhitungan
aritmetik bilangan binary dilakukan pada ALU yang menghasilkan
informasi alamat yang kemudian disebut dengan data. Setiap data
tersebut kemudian dikirimkan pada memory dan disimpan untuk
proses selanjutnya pada Control Unit. Dari control unit inilah yang
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
4
akan mengatur tugas di antara bagian-bagian lain untuk mengorganisasi
kerja komputer secara optimal.
Proses jalannya komputer terdiri atas tiga bagian alur, yaitu input,
process, dan output. Pada tahap input, yaitu tahap masuknya data
dari suatu alat input -an, di antaranya keyboard, mouse, dan lain -lain.
Pada tahap selanjutnya , yaitu tahap process atau proses, yaitu tahap
di mana data dari alat -alat inputan diproses. Komponen untuk memproses
data dalam komputer disebut CPU (Central Processing Unit)
dengan komponen utamanya , yaitu Micropocessor atau biasa disebut
dengan Prosesor.
Pada tahap yang terakhir (tahap output), yaitu suatu tahap di mana
data pada tahap sebelumnya dikeluarkan. Bentuk data yang diperoleh
dari tahap output adalah yang bisa ditangkap oleh indera penglihatan
dan pendengaran. Alat output -an komputer yang hasilnya bisa dilihat
oleh mata, yaitu monitor dan LCD proyektor, dan alat output yang
bisa didengar berupa suara , yaitu speaker.
Proses OutpInput ut
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
5
1.3 Hardware Input
Hardware Input merupakan segala sesuatu perangkat yang digunakan
untuk memasukkan data ke komputer , untuk selanjutnya diolah k e
tahap proses. Data yang dimasukkan ke dalam komputer ada ber -
bagai jenis, baik berupa huruf (character), angka (number), ataupun
gambar (image). Tentunya perangkat yang disediakan ada berbagai
jenis menurut fungsinya, misalnya keyboard untuk memasukkan data
karakter dan angka, dan scanner untuk memasukkan data berupa
gambar.
Keyboard
Keyboard merupakan alat inputan pada komputer dengan huruf -huruf
alfabet, nomor, simbol, serta tombol -tombol fungsi seperti F1, F2,
spasi, delete, dan lain -lain. Penggunaan keyboard sama seperti
layaknya kita mengetik pada mesin ketik, yaitu menekan tombolnya
satu per satu. Keyboard juga digunakan untuk melakukan fungsi
operasi suatu program yang istilahnya disebut dengan shortcut menggunakan
kombinasi dua atau tiga tombol.
Model keyboard ada bermacam-macam terutama dari faktor bahasa
yang digunakan, seperti Cina, Jepang, dan lain -lain. Bentuk dari
keyboard juga bervariasi dan dipilih karena kenyamanannya saat
dipakai. Jadi, pemilihan dan penggunaan keyboard tergantung sele ra
dan kebutuhan.
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
6
Metode koneksi pada keyboard sebagai media input komputer ada
dua, yaitu menggunakan kabel dan metode nirkabel ( wireless). Pada
keyboard yang menggunakan kabel , sering kita temui pada jenis
komputer standar. Konektor atau port yang digunakan pada keyboard
kabel ada dua jenis, yaitu jenis yang lama menggunakan serial port
dan jenis kedua menggunakan PS -2.
Pada jenis keyboard wireless , cara pemakaiannya sama dengan
keyboard kabel, namun dari segi kepraktisan dan fleksibil itas saat
memakai menjadi nilai plus tersendiri. Untuk dapat menggunakan
keyboard wireless, diperlukan perangkat tambahan untuk konek -
tivitasnya, juga memerlukan tenaga tersendiri untuk power -nya
(bateray).
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
7
Setting keyboard pada Windows dapat dilakukan m enggunakan pengaturan
keyboard pada kotak dialog Keyboard Properties seperti di
bawah ini.
Jalankan pada Start Æ Control Panel Æ pilih pada bagian
Keyboard. Atur sedemikian rupa, baik kecepatan ataupun kursornya.
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
8
Mouse
Mouse merupakan teknologi alat ban tu inputan dari keyboard yang
bekerja pada tampilan yang bersifat GUI (Graphical User Interfaces).
Artinya, mouse hanya bisa digunakan bila tampilan bersifat grafis atau
visual seperti penggunaan mouse pada Windows. Dinamakan mouse
karena bentuknya mirip seperti tikus (mouse) yang mempunyai ekor
yang diilustrasikan sebagai kabelnya. Dalam bahasa Indonesia , mouse
disebut juga dengan Tetikus.
Jenis-jenis mouse secara umum ada dua , yaitu mouse ball dan mouse
optical. Mouse ball merupakan mouse bentuk lama ya ng menggunakan
bola sebagai penggerak atau sensornya. Dan mouse optical
merupakan mouse yang mempunyai sensor optik berupa cahaya
merah. Sensor mouse optical ini bekerja dengan pantulan cahaya
yang ditimbulkan dari alas mouse. Apabila alas berwarna rata , maka
kursor mouse akan bergerak normal . Namun sebaliknya, jika warna
mouse tidak rata atau alas yang berwarna -warni, maka kursor mouse
akan bergerak loncat -loncat.
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
9
Pada umumnya, penggunaan mouse dilakukan dengan tiga cara, yaitu
klik, shortcut, dan scroll. Klik digunakan untuk memilih sesuatu, baik
tool, menu, ataupun ikon. Shortcut digunakan untuk mengambil jalan
pintas memilih menu yang bisa digunakan. Scroll atau pemutar
digunakan untuk memposisikan scrollbar atau halaman yang bisa naik
dan turun, misalnya kita ingin melihat halaman di atas hanya dengan
memutar scroll ke depan dan halaman sudah berganti.
Sama seperti halnya dengan keyboard, pada mouse terdapat jenis
koneksi mouse pada komputer menggunakan wireless. Untuk metode
penggunaannya, sama dengan mouse biasa, tetapi untuk koneksi
diperlukan perangkat tambahan serta power sendiri.
Tidak semua mouse yang digunakan atas selera perseorangan sama,
oleh karena itu perlu dilakukan setting mouse untuk membuat per -
gerakan mouse yang sesuai denga n selera kita. Setting mouse pada
Windows dapat dilakukan dengan mengaturnya pada jendela Mouse
Properties. Untuk mengatur klik kanan dan klik kiri yang d ifungsikan
dapat dipilih pada bagian Buttons. Untuk mengatur gambar pointer
yang digunakan dapat diatu r pada bagian Pointers, dan untuk
mengatur kecepatan atau pengaturan lain pointer , pada bagian
Pointers Option. Pada bagian Wheel digunakan untuk mengatur
kecepatan putar scroll pada mouse. Properti mouse dapat kita lihat
pada bagian tab Hardware, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
jendela dialog seperti pada gambar di bawah ini .
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
10
Mouse Pen
Perangkat masukan lainnya yang digunakan khusus untuk meng -
gambar adalah Mouse Pen. Cara kerja mouse pen ini adalah layar
pada monitor dianalogikan sebagai papan k otak sebagai medianya.
Dan untuk menentukan point kursor digunak an alat seperti pulpen
yang dikendalikan seperti layaknya menulis atau menggambar pada
sebuah kertas.
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
11
Metode masukan yang menggunakan kolaborasi media pen atau jari
tangan dengan layar monit or langsung disebut dengan layar sentuh
(touch screen). Pada touch screen terjadi proses masukan dan
keluaran secara bersamaan dengan medianya , yaitu layar (monitor
LCD).
Scanner
Scanner adalah alat inputan komputer dengan cara kerjanya , yaitu
membaca gambar menggunakan sinar, kemudian hasilnya dimasukkan
ke dalam komputer berupa gambar. Cara kerja scanner sama dengan
cara kerja mesin photocopy, tetapi perbedaannya adalah jika photo -
copy hasilnya bisa langsung diperoleh , dan scanner hasilnya dimasuk -
kan ke dalam komputer dahulu untuk diproses kemudian dicetak.
1.4 Hardware Proses (CPU)
Komponen-komponen yang sangat berpengaruh dalam kinerja kom -
puter ada dalam kelompok hardware proses, atau dalam istilah
komputer disebut dengan istilah CPU. Pada bagian ini dilakukan
semua koordinasi pengaturan, baik itu input ataupun output sehingga
terbentuklah sebuah sistem komputer.
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
12
Pada CPU terdapat komponen-komponen dengan fungsinya masing -
masing, antara lain motherboard sebagai papan utama komponen
lainnya; Prosesor sebagai pengatur utama; RAM sebagai memori acak
data; Hard disk sebagai media penyimpan; VGA sebagai pengatur
video; dan masih banyak lainnya. Secara utuh , sebuah CPU merupakan
komponen yang satu kesatuan dalam suatu wadah yang
disebut dengan casing. Apabila ada komponen yang seharusnya ada
di dalam casing, tapi penggunaannya di luar , maka komponen tersebut
disebut dengan media external.
Motherboard
Motherboard atau dalam bahasa Indonesia adalah Papan Induk
merupakan media dasar dari berbagai komponen CPU komputer.
Motherboard merupakan papan sirkuit yang dipasang berbagai kom -
ponen, di antaranya Processor, RAM, VGA, Audio Card, LAN Card, dan
berbagai komponen lainnya.
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
13
Untuk menaruh berbagai kartu komponen pada Motherboard , maka
disediakan beberapa slot dengan jenis slot AGP dan slot PCI. Pada
slot-slot tersebut yang nantinya akan ditaruh beberapa komponen
berbentuk kartu, misalnya VGA Card dan Audio Card.
Memory (RAM)
Memory atau dalam istilah lain RAM ( Random Access Memory) adalah
jenis media penyimpanan komputer yang dapat diakses secara acak.
Artinya, urutan memory yang disimpan dapat dilakukan secara acak
dan tidak berurutan, seperti halnya disk. RAM juga difungsikan
sebagai memori utama (main memory) untuk menampilkan dan memanipulasi
data pada saat komputer pertama dinyalakan, dan akan
terhapus bila komputer mati.
Jenis-jenis RAM secara umum ada dua tipe , yaitu SD-RAM
(Synchronous Data) dan DDR-RAM (Duble Data Rate). Kapasitas RAM
juga bermacam-macam seiring dengan per kembangan teknologi.
Generasi pertama RAM berkapasitas antara 4MB, 8MB, 16MB, dan
32MB kemudian berkembang lagi sampai sekarang 64MB, 128MB,
256MB, 512MB, 1GB, sampai dengan 2GB. Besar kapasitas RAM
identik dengan kecepatan akses komputer, semakin besar ka pasitas
RAM maka semakin cepat pula akses komputer.
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
14
Processor
Processor atau nama lengkapnya Microprocessor ( μP) adalah sebuah
komponen yang terbuat dari transistor mini beserta sirkuit lain di atas
sebuah sirkuit terintegrasi semikonduktor yang bekerja sebagai inti
atau otak dari komputer. CPU (Central Processing Unit) merupakan
istilah asli dari Processor yang kemudian oleh sebagian orang diang -
gap sebagai kesuluruhan mesin komputer.
Jenis-jenis processor yang ada di pasaran umum adalah Intel dan
AMD (Advanced Micro Devices). Setiap processor juga mempunyai
jenis dan kecepatan tersendiri. Misalkan untuk Intel Pe ntium 4 mempunyai
kecepatan 1,7GHz, 1,8GHz, atau bahkan 2,0GHz. Atau untuk
AMD Athlon, AMD Sempron.
1.5 BIOS
BIOS (Basic Input Output System) adalah program bawaan yang ada
pada komputer yang fungsinya untuk mengatur semua perangkat
keras komputer. Perangkat keras tersebut antara lain keyboard, hard
disk, CD-ROM, dan lain-lain. Fungsi BIOS adalah menginisialisasi
hardware yang akan masuk pada sistem komputer secara kes eluruhan.
BIOS biasa disebut juga dengan firmware karena merupakan
bagian yang menyatu dari sistem perangkat keras.
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
15
Untuk mengoperasikan BIOS, yaitu pada saat menyalakan komputer
pertama kali kita akan menjumpai perintah untuk masuk ke sistem
BIOS. Perintah yang biasa digunakan , yaitu menekan tombol Del
“Press Del to Enter SETUP” atau tombol lain yang diperintahkan.
Tenggang waktu untuk kita masuk ke BIOS hanya diberikan beberapa
detik saja, oleh karena itu bila ingin masuk ke sistem , kita harus cepat
menekan tombolnya.
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
16
1.6 Hardware Output
Hardware output merupakan semua perangkat komputer yang
hasilnya dapat dinikmati oleh indera mata dan indera suara. Hasil dari
hardware output merupakan hasil dari tahap processing oleh CPU atas
hasil inputan yang didukung oleh software.
Perangkat hardware output yang bisa dilihat dengan indera mata
misalnya monitor, printer , dan plotter dengan media pembacanya
berupa kertas dan LCD proyektor. Kemudian yang bisa dinikmati
menggunakan indera suara adalah speaker. Seiring dengan kemajuan
teknologi, perangkat-perangkat ini juga mengalami perkembangan
yang sangat berarti, baik dari segi jenis maupun bentuknya.
Monitor
Seperti layaknya televisi, monitor merupakan alat keluaran dari
komputer yang berperan sangat penting. Betapa tidak, karena dari
monitor akan ditampilkan hasil ya ng telah diproses sebelumnya
melalui komputer. Dari monitor juga kita dapat melihat pengaturan
alat-alat inputan maupun outputan.
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
17
Sejarah perkembangan monitor dimulai dari adanya monitor mono -
krom yang menampilkan teks yang berwarna hijau. Setelah it u, babak
baru setelah adanya monokrom, muncul monitor jenis CGA dan EGA
yang mampu menampilkan teks berwarna. Kemudian saat ini berlanjut
dengan monitor VGA yang bukan hanya menampilkan teks tapi juga
mampu menampilkan gambar berwarna. Dari monitor VGA berk embang
lagi menjadi monitor SVGA yang mempunyai resolusi gambar
yang tinggi.
Bentuk dan jenis monitor saat ini sangat banyak, dari mulai monitor
tabung biasa, monitor flat, sampai dengan monitor plasma. Tentunya
bahan yang digunakan pada layar untuk seti ap jenis-jenis monitor
tersebut berbeda, yaitu ada yang berupa tabung untuk monitor biasa
dan LCD (Liquid Crystal Display) untuk monitor plasma.
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
18
Printer
Printer merupakan alat keluaran dari komputer dengan hasilnya
berupa tulisan ataupun gambar pada medi a kertas atau media lainnya
yang mendukung. Ada tiga jenis printer yang umum digunakan oleh
kebanyakan orang, yaitu printer dot metrics, printer inkjet, dan printer
jenis laser.
Printer Dot Metrics, yaitu printer yang menggunakan jarum dan pita
sebagai alat pencetak atau penghasil gambar dan tulisan layaknya
seperti mesin ketik. Kualitas printer dot metrics ditentukan dari jumlah
jarum atau pin-nya, semakin banyak jumlah pin semakin bagus hasil
cetakannya. Media yang digunakan pada printer dot metrics untuk
mencetak tulisan pada kertas berupa tinta yang memanjang , seperti
bentuk pita pada mesin ketik.
Pada printer jenis Inkjet/Buble Jet menggunakan tinta cair sebagai
sarana untuk mencetak. Cara kerjanya dengan memanasi tinta
sehingga membentuk gelembung-gelembung pada ujung kepala cetak
sedemikian rupa sesuai data yang dicetak dan langsung menempel
pada media cetaknya (kertas). Bahan yang digunakan pada printer
inkjet untuk mencetak tulisan pada kertas adalah berupa tinta basah.
Dalam pengisian ulang (refill) pada tinta ini , biasanya menggunakan
alat berupa suntikan atau dengan tetesan.
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
19
Bahan yang digunakan pada printer laser sama seperti buble , yaitu
tinta, hanya saja pada printer laser tintanya kering dan biasa disebut
dengan toner. Prinsip kerja pada printer laser sesuai dengan nama -
nya, yaitu menggunakan bantuan sinar laser.
Pada printer jenis jet ini media yang digunakan untuk mencetak
tulisan ke kertas adalah drum dan tonner. Drum adalah alat yang
berguna untuk menggulung kertas dengan teratur , tentunya dengan
koordinasi dari mesin sehingga bekerja dengan kertas satu per satu.
Tonner adalah alat yang digunakan sebagai penyimpan toner seka -
ligus bekerja menyemprotkannya ke kertas.
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
20
Istilah ppm (paper per minute) adalah kecepatan yang dihasilkan oleh
printer jet untuk mencetak kertas. Rata-rata jenis printer jet mempunyai
kecepatan 40 ppm sampai 60 ppm atau kecepatan mencetak
kertas sebanyak 40 sampai 60 kertas setiap menitnya.
Plotter
Plotter merupakan alat keluaran komputer yang khusus digunakan
untuk menggambar. Berbeda dengan printer, cara kerja plotter , yaitu
menggambar/mencetak sesuai dengan urutan gambar atau layer.
Ploter mampu menggambar dari ujung kertas satu ke ujung kertas
lainnya dan kembali ke ujung semula. Jadi , pada plotter mempunyai
kemungkinan terjadi penumpukan atau pengulangan pada titik yang
telah di-plot sebelumnya.
Plotter banyak digunakan untuk pencetakan gambar -gambar teknik,
misal gambar rancang bangun atau gambar desain interior. Adapun
program yang digunakan adalah program-program CAD (Computer
Aided Design), contohnya AutoCAD, ArchiCAD, dan lain -lain.
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
21
1.7 Casing dan Power Supply
Secara fisik, komponen-komponen yang ada pada CPU te rpisah-pisah
walaupun ada yang terintegrasi bersama motherbo ard, antara lain
RAM, VGA, Sound Card, dan NIC. Ada juga yang memisah dengan
motherboard, antara lain floppy dan drive lainnya. Komponen -
komponen tersebut dipersatukan secara utuh atau dibungkus dengan
benda yang disebut dengan casing.
Casing merupakan media untuk membungkus semua komponen PC
menjadi satu bagian yang utuh, kecuali perangkat luar (mouse,
keyboard, dan monitor). Bentuk casing ada bermacam -macam di
antaranya adalah bentuk desktop, bentuk tower, dan bentuk
barebone.
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
22
Power Supply merupakan alat yang berada di dalam sebuah casing
yang fungsinya mengatur arus listrik yang masuk dan membaginya ke
setiap komponen (motherboard, CD-ROM, dan Floppy). Besar tegangan
yang dihasilkan oleh power supply bermacam -macam di
antaranya ada yang 5 v olt bahkan ada yang 12 volt, tergantung
kebutuhan masing-masing komponen. Power supply ini biasanya
sudah terintegrasi dengan casing.
Jenis power supply ada dua , yaitu jenis AT dan jenis ATX. Pada jenis
ATX yang paling sering digunakan karena memungkinkan untuk
mengatur aliran listrik yang lebih terkontrol. Terutama pada waktu
komputer tidak aktif, maka power supply akan menyesuaikan dan
akan aktif kembali apabila keyboard atau mouse digunakan. Begitu
juga pada waktu listrik mati, maka power supply ATX tida k akan
langsung hidup kembali sebelum tombol power benar -benar diaktifkan,
hal ini berguna untuk mencegah kerusakan pada hardware
ataupun software.
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
23
1.8 Hardware Tambahan
Tentunya semua barang elektronik membutuhkan suatu tenaga li strik
sebagai makanannya untuk dapat bekerja secara fungsional. Tenaga
listrik yang dibutuhkan untuk komputer diperoleh dari sumber listrik
yang kadang tidak stabil dan adakalanya terputus. Dan dari komputer
sendiri membutuhkan aliran yang benar -benar stabil untuk bekerja
optimal.
Komputer akan mengalami kerusakan apabila tidak teratur alirannya
atau terputusnya listrik tanpa melalui prosedur yang benar. Oleh
karena itu, sebuah komputer memerlukan perangkat tambahan listrik,
yaitu stabilizer untuk menjaga kestabilan arus listrik dan UPS yang
berguna untuk menyimpan aliran listrik.
Stabilizer
Stabilizer merupakan perangkat tambahan pada komputer, yaitu
sebuah perangkat elektronika yang berfungsi untuk menjaga kesta -
bilan aliran listrik. Prinsip kerja perangkat ini adalah menaik kan tegangan
pada saat tegangan listrik turun, dan menurunkan tegangan
listrik apabila tegangan yang masuk terlalu tinggi. Penaikan atau
penurunan tegangan tersebut bertujuan untuk me nghasilkan (output)
listrik yang normal dipakai oleh sebuah komputer.
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
24
UPS
UPS (Uninterruptable Power Supply) pada intinya merupakan perang -
kat tambahan yang difungsikan sebagai baterai. Fungsi UPS adalah
menyimpan tenaga listrik dan akan mengalirkannya apabila listrik
mati. Prinsip kerja UPS adalah pada saat aliran listrik hidup normal,
maka UPS akan menyimpan tenaga listrik tersebut , dan setelah aliran
listrik terputus, maka UPS akan menyalurkan tenaga yang telah ter -
simpan tersebut.
Lama atau jangka waktu pemakaian tenaga yang tersimpan atau
backup time tergantung pada kapasitas baterai, seperti 30 menit, 1
jam, atau lebihnya. Semakin besar kapasitas baterai , maka semakin
lama pula backup time-nya.
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
25
1
2
1.9 Latihan Mengenal Lokasi Komponen
Di bawah ini disediakan gambar motherboard beserta nomor petunjuknya
untuk dapat mengenal lokasi komponen yang ada di dalamnya.
Pada gambar motherboard di atas, bagian nomor manakah yang
menunjukkan tempat Prosesor, serta sebutkan fungsi prosesor!
Bagian gambar yang menunjuk kan tempat Prosesor adalah
yang ditunjukkan pada nomor 1.
Fungsi Prosesor adalah sebagai pusat utama dalam
pengolahan data, baik data dari input maupun data yang
akan dikeluarkan pada bagian output.
1
2
3
5
4
6
7
8
Student Guide Series: Pengenalan Hardware
26
1
2
3
4
5
6
7
8
Manakah dari gambar motherboard di atas yang menun -
jukan VGA? Sebutkan fungsi VGA!
Dari gambar di atas, RAM ditunjukkan pada nomor berapa ?
Sebutkan fungsi RAM?
Sebutkan kapasitas memori RAM yang ada pada pasaran
sekarang ini, mulai dari yang paling kecil sampai dengan
yang paling besar?
Pada gambar yang ditunjuk kan nomor 8 merupakan bagian
apa dan sebutkan fungsinya !
Pada gambar motherboard di atas , slot AGP ditunjukkan
pada nomor berapa? Sebutkan fungsi slot AGP!
Bagian apa yang ditunjukkan nomor 6 pada gambar di atas ?
Sebutkan fungsinya?
Hitung perbedaan jumlah pin antara slot AGP dan slot PCI,
manakah yang lebih banyak?
Baterai CMOS ditunjukkan di nomor berapa pada gambar di
atas? Sebutkan fungsi baterai CMOS!
Modul 1: Hardware Utama Perangkat Komputer
27
9
10
11
12
Sebutkan jenis-jenis Prosesor yang beredar pada pasaran
saat ini beserta kecepatan atau clock–nya!
Sebutkan tiga warna standar yang digunakan pada printer
inkjet!
Sebutkan besar tegangan -tegangan yang dikeluarkan pada
power suply, kemudian setiap besar tegangan -tegangan
tersebut digunakan untuk power apa saja !
Sebutkan tiga port yang digunakan sebagai penghubung
antara CPU dan perangkat luar lain !